<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Meja Kerja</title>
	<atom:link href="http://www.mejakerja.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mejakerja.com</link>
	<description>SIMRS, BPMS, OPEN SOURCE, ENTREPRENEURSHIP, SERTA IT DARI SUDUT PANDANG PERSONAL :)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Mar 2007 14:38:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Google: Dari Start-Up Menuju Raja Search Engine</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/29/google-dari-start-up-menuju-raja-search-engine/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=google-dari-start-up-menuju-raja-search-engine</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/29/google-dari-start-up-menuju-raja-search-engine/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2007 14:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/26/google-dari-start-up-menuju-raja-search-engine/</guid>
		<description><![CDATA[Pada Artikel Ini1 Google.com dari Masa ke Masa2 Logo dan Sticker Google3 Google Announcement Mailing List4 Pengumuman Migrasi dari Stanford ke Google.com5 Lowongan Kerja6 Liputan dan Berita Mengenai Google7 Kompetitor Google8 Add URL pada tahun 1999 dan 20079 Tutorial10 Penghargaan bagi Google11 Beberapa Kejadian Penting12 Penutup Siapa yang tak kenal Google, perusahaan &#8220;baru&#8221; yang berhasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="toc_container" class="toc_wrap_right no_bullets"><p class="toc_title">Pada Artikel Ini</p><ul class="toc_list"><li><a href="#Googlecom_dari_Masa_ke_Masa">1 Google.com dari Masa ke Masa</a></li><li><a href="#Logo_dan_Sticker_Google">2 Logo dan Sticker Google</a></li><li><a href="#Google_Announcement_Mailing_List">3 Google Announcement Mailing List</a></li><li><a href="#Pengumuman_Migrasi_dari_Stanford_ke_Googlecom">4 Pengumuman Migrasi dari Stanford ke Google.com</a></li><li><a href="#Lowongan_Kerja">5 Lowongan Kerja</a></li><li><a href="#Liputan_dan_Berita_Mengenai_Google">6 Liputan dan Berita Mengenai Google</a></li><li><a href="#Kompetitor_Google">7 Kompetitor Google</a></li><li><a href="#Add_URL_pada_tahun_1999_dan_2007">8 Add URL pada tahun 1999 dan 2007</a></li><li><a href="#Tutorial">9 Tutorial</a></li><li><a href="#Penghargaan_bagi_Google">10 Penghargaan bagi Google</a></li><li><a href="#Beberapa_Kejadian_Penting">11 Beberapa Kejadian Penting</a></li><li><a href="#Penutup">12 Penutup</a></li></ul></div>
<p>Siapa yang tak kenal Google, perusahaan &#8220;baru&#8221; yang berhasil meraih sukses dengan sangat cepat. Kisah Google memang sangat fenomenal karena perusahaan ini berhasil menaklukkan raja <em>search engine</em> lain yang telah lebih dahulu berkuasa, yaitu: Yahoo. Hal lain yang membuat kisah Google menarik untuk dibaca adalah karena perusahaan ini didirikan oleh dua orang anak muda yang baru berumur 24 tahun (Larry Page) dan 23 tahun (Sergey Brin). Sebagaimana rencana pada <a href="http://www.mejakerja.com/15/entrepreneurship-sebuah-kebutuhan-untuk-indonesia-yang-lebih-mandiri/" title="Entrepreneurship, Sebuah Kebutuhan Untuk Indonesia yang Lebih Mandiri">artikel sebelumnya</a>, pada kolom Nostalgia kali ini kita akan mengunjungi arsip website Google <em>tempo doeloe</em> yang disediakan oleh <a href="http://archive.org" title="Situs Internet Archive - Wayback Machine">The Internet Archive</a>. Dari situs-situs web tersebut kita akan dapat melihat perkembangan Google dari waktu ke waktu. Semoga artikel ini dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan khususnya bagi saya dan rekan-rekan lain yang ingin membangun usaha (<em>start-up</em>) terutama di bidang TI (Teknologi Informasi). Sebagai informasi, tanggal yang ditampilkan adalah tanggal situs web tersebut disimpan oleh Internet Archive.<span id="more-29"></span></p>
<h2><span id="Googlecom_dari_Masa_ke_Masa">Google.com dari Masa ke Masa</span></h2>
<p>Salah satu ciri khas Google adalah tampilan <em>homepage</em>-nya yang sangat sederhana. Walaupun dunia internet telah berkembang demikian pesatnya, Google masih menjaga ciri khas tersebut. Sejak awal kelahirannya tidak banyak perubahan yang terjadi pada <em>homepage</em> Google.</p>
<p>Tidak seperti sekarang, <em>homepage</em> Google pada tahun 1998 hanya menampilkan tautan (<em>link</em>) ke situs Google Prototype dan Google Alpha. Tautan-tautan berikut ini memperlihatkan perkembangan desain dan layout <em>homepage </em>Google dari waktu ke waktu.</p>
<p><em>Silakan klik gambar thumbnail berikut untuk mengunjungi halaman website tersebut yang telah disimpan oleh Internet Archive.</em></p>
<p>[inspic=11,left,http://web.archive.org/web/19981111184551/http://google.com/,thumb] [inspic=21,left,http://web.archive.org/web/19981111183552/google.stanford.edu/,thumb] [inspic=22,left,http://web.archive.org/web/19990125084553/alpha.google.com/,thumb]</p>
<p>[inspic=23,left,http://web.archive.org/web/19981202230410/http://www.google.com/,thumb] [inspic=24,left,http://web.archive.org/web/19990423192928/www.google.com/linux,thumb] [inspic=25,left,http://web.archive.org/web/19990427131732/www.google.com/stanford,thumb]</p>
<p>[inspic=26,left,http://web.archive.org/web/19991001063433/http://www.google.com/index.html,thumb] [inspic=27,left,http://web.archive.org/web/20000301185444/www.google.com/index.html,thumb] [inspic=28,left,http://web.archive.org/web/20000510161427/http://www.google.com/index.html,thumb]</p>
<p>[inspic=12,left,http://web.archive.org/web/20010331035218/http://www.google.com/index.html,thumb] [inspic=13,left,http://web.archive.org/web/20010711225622/http://www.google.com/,thumb] [inspic=14,left,http://web.archive.org/web/20011002195336/http://www.google.com/,thumb]</p>
<p>[inspic=15,left,http://web.archive.org/web/20020806071855/http://www.google.com/,thumb] [inspic=16,left,http://web.archive.org/web/20031029021055/http://www.google.com/,thumb] [inspic=17,left,http://web.archive.org/web/20041031080418/http://www.google.com/,thumb]</p>
<p>[inspic=18,left,http://web.archive.org/web/20050720082857/http://www.google.com/,thumb] [inspic=19,left,http://web.archive.org/web/20060820185944/www.google.com/,thumb] [inspic=20,left,http://www.google.com/,thumb]</p>
<h2><span id="Logo_dan_Sticker_Google">Logo dan Sticker Google</span></h2>
<p>Logo Google juga memiliki berbagai modifikasi. Pada tautan berikut kita dapat melihat berbagai variasi dari logo Google. Kita juga dapat mendownload logo Google dalam format yang dimiliki GIMP, yaitu XCF.</p>
<ul>
<li><a href="http://web.archive.org/web/19990224043535/www.google.com/stickers.html" title="Daftar seluruh logo Google pada tahun 1999">Logo Google 1999</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/19990224043535/http://www.google.com/logos/google5.xcf" title="File logo Google yang dapat dibuka menggunakan GIMP">Download logo Google</a> dalam format XCF (<a href="http://web.archive.org/web/19990224043535/http://www.gimp.org/">GIMP</a>)</li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20000302064552/www.google.com/stickers.html" title="Daftar seluruh logo Google pada tahun 2000">Logo Google 2000</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20000301194052/www.google.com/logos.html" title="Daftar seluruh logo Google termasuk versi holiday dan custom">Holiday dan custom logo</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20001202133500/www.google.com/holidaylogos.html" title="Daftar seluruh logo Google termasuk versi holiday dan custom (lebih baru)">Holiday dan custom logo II</a></li>
</ul>
<h2><span id="Google_Announcement_Mailing_List">Google Announcement Mailing List</span></h2>
<p>Sejak tahun 1998, Google memiliki mailing list yang dipergunakan khusus untuk pengumuman. Milis tersebut dikelola secara langsung oleh Larry Page dan Sergey Brin. Berikut ini beberapa posting pada mailing list tersebut.</p>
<p>[inspic=29,left,http://web.archive.org/web/19991009030623/www.egroups.com/group/google-friends/,thumb] [inspic=30,left,http://web.archive.org/web/19990508184520/www.egroups.com/group/google-friends/1.html,thumb] [inspic=31,left,http://web.archive.org/web/19991009052012/www.egroups.com/group/google-friends/3.html,thumb]</p>
<h2><span id="Pengumuman_Migrasi_dari_Stanford_ke_Googlecom">Pengumuman Migrasi dari Stanford ke Google.com</span></h2>
<p>Setelah beberapa waktu dihosting di stanford.com, akhirnya mesin pencari Google dipindahkan ke domain google.com. Sejak saat itu, kita dapat melakukan pencarian langsung di Google.com. Link berikut menunjukkan pengumuman perpindahan tersebut yang ditaruh di website Google di stanford.com.</p>
<p>[inspic=32,left,http://web.archive.org/web/19981206152126/http://google.stanford.edu/,thumb] [inspic=33,left,http://web.archive.org/web/19990117023058/http://www.google.stanford.edu/,thumb] [inspic=34,left,http://web.archive.org/web/19990428194807/google.stanford.edu/,thumb]</p>
<h2><span id="Lowongan_Kerja">Lowongan Kerja</span></h2>
<p>&#8220;<em>Looking for a start-up adventure?</em>&#8221; Demikianlah kalimat pembuka dari halaman lowongan pekerjaan di Google hingga tahun 2001. Tentunya hal tersebut cukup wajar mengingat pada tahun-tahun tersebut Google masih tergolong baru.</p>
<ul>
<li>Ingin bekerja di Google? Berikut ini <a href="http://web.archive.org/web/19991106023352/www.google.com/jobs.html" title="Daftar lowongan pekerjaan yang tersedia di Google pada tahun 1999">lowongan kerja</a> pada tahun 1999</li>
<li>Pada tahun 2000 Google membuka <a href="http://web.archive.org/web/20000302061206/www.google.com/jobs.html" title="Daftar lowongan pekerjaan yang tersedia di Google pada tahun 2000">lowongan kerja lebih banyak</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20010124053500/www.google.com/jobs/" title="Daftar lowongan pekerjaan yang tersedia di Google pada tahun 2001">Posisi yang ditawarkan</a> pada tahun 2001</li>
<li>Halaman <a href="http://www.google.com/intl/en/jobs/index.html" title="Daftar lowongan pekerjaan yang tersedia di Google pada tahun 2007">lowongan kerja pada tahun 2007</a></li>
</ul>
<h2><span id="Liputan_dan_Berita_Mengenai_Google">Liputan dan Berita Mengenai Google</span></h2>
<p>Sebagaimana teknologi dan inovasi baru lainnya, Google mendapatkan pujian dan &#8220;tolakan&#8221; dari orang-orang. Siapa sangka sekarang Google telah menjadi penguasa dan idola baru.</p>
<ul>
<li><a href="http://web.archive.org/web/19990117052455/www.slashdot.org/articles/980806/1345202.shtml" title="Halaman pada situs berita Slashdot yang memuat berita tentang Google">Slashdot</a> sebagaimana &#8220;biasa&#8221; terdapat beberapa orang yang akan &#8220;menentang&#8221; ide-ide baru</li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20000202064420/www.pathfinder.com/time/digital/daily/0,2822,24048,00.html" title="Artikel yang mengupas mengenai search engine">The Next Generation of Search</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/19990508130219/www.suite101.com/article.cfm/search_engines/8794" title="Artikel review 3 buah search engine baru (pada saat itu)">Reviews of Three Up-And-Coming Search Engines</a> &#8211; PlanetSearch, Google, and GoTo.com</li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/19990508084212/www.google.com/press.html" title="Daftar seluruh liputan mengenai Google">Daftar liputan mengenai Google</a> pada tahun 1999</li>
</ul>
<h2><span id="Kompetitor_Google">Kompetitor Google</span></h2>
<p>Sebagai pembanding, berikut ini diberikan link Google dan beberapa pesaingnya di awal tahun 2000.</p>
<p>[inspic=5,left,http://web.archive.org/web/20000229040250/http://www.google.com/,thumb] [inspic=2,left,http://web.archive.org/web/20000229113411/www.altavista.com/,thumb] [inspic=3,left,http://web.archive.org/web/20000229111837/http://www.aol.com/,thumb]</p>
<p>[inspic=4,left,http://web.archive.org/web/20000202064420/http://www.excite.com/,thumb] [inspic=6,left,http://web.archive.org/web/20001201055300/www.goto.com/,thumb] [inspic=7,left,http://web.archive.org/web/20000229032559/http://www.lycos.com/,thumb]</p>
<p>[inspic=8,left,http://web.archive.org/web/20000229115000/http://www.msn.com/,thumb] [inspic=9,left,http://web.archive.org/web/20000115212229/http://www12.netscape.com/index.html,thumb] [inspic=10,left,http://web.archive.org/web/20000202064420/http://www.yahoo.com/,thumb]</p>
<h2><span id="Add_URL_pada_tahun_1999_dan_2007">Add URL pada tahun 1999 dan 2007</span></h2>
<p>Ingin menambahkan website kita agar dikunjungi oleh Google?</p>
<ul>
<li><a href="http://web.archive.org/web/19991104014302/google.com/addurl.html" title="Link untuk memasukkan URL ke dalam index Google (tahun 1999)">Add URL tahun 1999</a></li>
<li><a href="http://www.google.com/addurl/?continue=/addurl" title="Link untuk memasukkan URL ke dalam index Google (tahun 2007)">Add URL tahun 2007</a></li>
</ul>
<h2><span id="Tutorial">Tutorial</span></h2>
<p>Untuk mempermudah penggunanya, Google memiliki tutorial cara menggunakan mesin pencarinya. Berikut ini tutorial penggunaan Google yang ada pada tahun 2001.</p>
<ol>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20010428080625/www.google.com/tour/1.html" title="Tutorial cara memanfaatkan Google">Getting the Most Out of Google</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20010428081354/www.google.com/tour/2.html" title="Tutorial getting started Google">Getting Started</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20010428081033/www.google.com/tour/3.html" title="Tutorial mengenai directory web Google">Google Web Directory</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20010428081219/www.google.com/tour/4.html" title="Tutorial cara membaca hasil pencarian Google">Reading Results</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20010801145326/www.google.com/tour/5.html" title="Tutorial fitur-fitur spesial yang ditawarkan Google">Special Features</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20010801145751/www.google.com/tour/6.html" title="Tutorial fitur spesial lainnya">More Great Features</a></li>
</ol>
<h2><span id="Penghargaan_bagi_Google">Penghargaan bagi Google</span></h2>
<p>Hingga tahun 2000, Google memperoleh penghargaan (award) yang cukup banyak. Berikut ini beberapa penghargaan menarik yang diterima Google.</p>
<ul>
<li>PC Magazine&#8217;s <a href="http://web.archive.org/web/20000622043335/www.zdnet.com/pcmag/stories/reviews/0,6755,2395176,00.html" title="Halaman yang berisi daftar pemenang Top 100 Web Sites">Top 100 Web Sites: Search Engines</a> (November 1999). <a href="http://web.archive.org/web/20000622043335/http://www.google.com/">Google</a> terpilih dalam kategori website bersama dengan <a href="http://web.archive.org/web/20000622043335/http://www.av.com/" title="Website AltaVista">AltaVista</a>, <a href="http://web.archive.org/web/20000622043335/http://www.hotbot.com/" title="Website HotBot">HotBot</a>, <a href="http://web.archive.org/web/20000621030043/www.northernlight.com/" title="Website Northern Light">Northern Light</a>, dan <a href="http://web.archive.org/web/20000620015148/www.searchiq.com/" title="Website SearchIQ">SearchIQ</a>. Jika kita amati, dari kelima search engine tersebut, Google memiliki tampilan yang paling berbeda.</li>
<li>PC Magazine&#8217;s <a href="http://web.archive.org/web/20000606173433/www.zdnet.com/products/stories/reviews/0,4161,2390221,00.html" title="Halaman yang berisi daftar pemenang Technical Excellence Award">1999 Technical Excellence Award for Web Applications</a> (November 1999). Pada kategori tersebut Google berhasil mengalahkan finalis lainnya, yaitu <a href="http://web.archive.org/web/20000606173433/http://www.desktop.com/" title="Website Desktop.com">Desktop.com</a> yang merupakan pendahulu dari WebOS yang ada saat ini (misalnya <a href="http://purefect.org" title="Purefect Desktop Free Server">Purefect Desktop</a> dan <a href="http://youos.com" title="Website YouOS">YouOS</a>). Berbeda dengan Desktop.com yang masih bermodalkan Web 1.0, Purefect dan YouOS menggunakan teknologi Web 2.0.</li>
<li>Time Magazine&#8217;s <a href="http://web.archive.org/web/20000620121138/www.time.com/time/magazine/articles/0,3266,35863,00.html" title="Halaman yang berisi daftar pemenang Best Cybertech">Top Ten Best Cybertech of 1999</a> (Desember 1999). Google menjadi juara bersama dengan E-Bay, Linux, dan 7 pemenang lainnya.</li>
<li>Yahoo! Internet Life&#8217;s <a href="http://web.archive.org/web/20000815065230/www.zdnet.com/yil/content/mag/0001/100compute.html#search" title="Halaman yang berisi daftar pemenang Best Search Engine">Best Search Engine on the Internet</a> (Januari 2000). Walaupun Google menjadi pemenang terdapat pernyataan yang sangat menarik, yaitu: &#8220;<em>It was also the year when human-powered directories proved more successful than Web-crawling search engines. In 1995, Yahoo! was the sole search directory on the Web. But in 1999, AOL.com, Netscape Search, Lycos, and MSN.com all turned to human-powered services to deliver their top search results.</em>&#8220;</li>
<li>About.com&#8217;s <a href="http://web.archive.org/web/20000815053416/websearch.about.com/internet/websearch/library/weekly/aa011400a.htm" title="Halaman yang berisi daftar pemenang Best of the Net">Top Ten of 1999 Best of the Net</a> (Januari 2000). Selain Google, pemenang lainnya adalah <a href="http://web.archive.org/web/20000815053203/www.dmoz.org/" title="Website ODP (DMOZ)">Open Directory Project (ODP)</a> yang saat ini masih bertahan sebagai direktori web yang sangat populer. Saat ini ODP juga digunakan oleh Google.</li>
<li>The Webby Awards&#8217; <a href="http://web.archive.org/web/20000815055512/www.webbyawards.com/" title="Halaman yang berisi daftar pemenang Best Tech Achievement dan People's Voice">Best Technical Achievement and People&#8217;s Voice Awards</a> (Mei 2000). Lagi-lagi, Desktop.com menjadi salah satu nominator dalam kategori tersebut. Selain Google, yang juga menjadi pemenang adalah <a href="http://web.archive.org/web/20000815055512/http://www.webbyawards.com/nominees/2000/community_win.html" title="Pemenang Webby Awards untuk kategori Community">Slashdot</a>, <a href="http://web.archive.org/web/20000815071812/www.webbyawards.com/nominees/2000/finance_win.html" title="Pemenang Webby Awards untuk kategori Finance">PayPal</a>, dan <a href="http://web.archive.org/web/20000815071642/www.webbyawards.com/nominees/2000/commerce_win.html" title="Pemenang Webby Awards untuk kategori Commerce">Amazon</a>.</li>
</ul>
<h2><span id="Beberapa_Kejadian_Penting">Beberapa Kejadian Penting</span></h2>
<ul>
<li><a href="http://web.archive.org/web/19991128214815/www.google.com/pressrel/pressrelease4.html" title="Press release peluncuran Google di Google.com">Press release peluncuran Google</a> pada tahun 1999</li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20000711075608/www.google.com/pressrel/pressrelease25.html" title="Press release pemilihan Google sebagai engine pencarian Yahoo">Yahoo memilih Google</a> sebagai penyedia layanan pencarian bagi Yahoo</li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20040615075134/www.google.com/press/pressrel/gmail.html" title="Press release saat Google meluncurkan layanan webmail gratis">Google meluncurkan GMail</a></li>
<li><a href="http://web.archive.org/web/20040821041858/www.google.com/press/pressrel/ipo.html" title="Press release saat Google melakukan IPO">Google IPO</a> (Initial Public Offering)</li>
</ul>
<h2><span id="Penutup">Penutup</span></h2>
<p>Artikel ini adalah artikel pertama pada kolom Nostalgia sehingga masih banyak kekurangan. Masih banyak kejadian menarik lainnya yang belum kita bahas. Seiring berjalannya waktu, artikel ini akan diupdate untuk menampung informasi-informasi baru. Pada artikel Nostalgia berikutnya kita akan melihat website perusahaan lain yang menarik untuk dibahas. Jika Anda ingin membaca artikel Nostalgia yang akan datang, pastikan Anda sudah mendaftar pada <a href="http://www.mejakerja.com/feed/" title="Daftar pada feed RSS MejaKerja">Feed RSS Mejakerja</a> ataupun lewat e-mail.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/29/google-dari-start-up-menuju-raja-search-engine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Inefisiensi Pada Proses Bisnis</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/24/7-inefisiensi-pada-proses-bisnis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=7-inefisiensi-pada-proses-bisnis</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/24/7-inefisiensi-pada-proses-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2007 23:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[BPM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/2007/02/bpm/7-inefisiensi-pada-proses-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Pada Artikel Ini1 Over-Produksi2 Pergerakan3 Menunggu4 Transportasi5 Proses Ekstra6 Inventaris (Inventory)7 Rusak atau Cacat8 Kesimpulan Business process seperti kita ketahui bersama merupakan denyut nadi suatu organisasi. Proses bisnislah yang selama ini menggerakkan roda suatu organisasi, sehingga kinerja suatu organisasi akan sangat bergantung pada efektivitas dan efisiensi proses bisnisnya. Karena begitu pentingnya peranan business process bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="toc_container" class="toc_wrap_right no_bullets"><p class="toc_title">Pada Artikel Ini</p><ul class="toc_list"><li><a href="#Over-Produksi">1 Over-Produksi</a></li><li><a href="#Pergerakan">2 Pergerakan</a></li><li><a href="#Menunggu">3 Menunggu</a></li><li><a href="#Transportasi">4 Transportasi</a></li><li><a href="#Proses_Ekstra">5 Proses Ekstra</a></li><li><a href="#Inventaris_Inventory">6 Inventaris (Inventory)</a></li><li><a href="#Rusak_atau_Cacat">7 Rusak atau Cacat</a></li><li><a href="#Kesimpulan">8 Kesimpulan</a></li></ul></div>
<p><em>Business process</em> seperti kita ketahui bersama merupakan denyut nadi suatu organisasi. Proses bisnislah yang selama ini menggerakkan roda suatu organisasi, sehingga kinerja suatu organisasi akan sangat bergantung pada efektivitas dan efisiensi proses bisnisnya. Karena begitu pentingnya peranan <em>business process</em> bagi suatu organisasi inilah maka tidak mengherankan kita dapat menemukan berbagai macam metode dan cara untuk meningkatkan performa proses bisnis, atau yang biasa dikenal dengan <em>Business Process Improvement</em> (BPI), mulai dari Six Sigma, Total Quality Management (TQM), <em>Business Process Re-engineering</em> (BPR), hingga <em>Lean</em>. Setiap metode tersebut memiliki karakteristik dan kelebihan masing-masing.</p>
<p>Pada kesempatan ini akan dibahas sekilas tentang sebuah prinsip dasar dari <em>lean</em>. Lean merupakan sebuah metode yang diperkenalkan oleh Toyota, sebuah perusahaan otomotif terbesar dunia. Lean yang nama aslinya adalah <em>Lean Manufacturing</em> atau <span style="font-style: italic">Toyota Production System</span> memiliki tujuan utama mengeliminasi inefisiensi atau pemborosan (atau dalam bahasa jepangnya adalah <em>muda</em>). Ada tujuh jenis pemborosan atau inefisiensi yang berusaha dibidik. Setiap jenis pemborosan ini sangat sering ditemukan pada proses bisnis setiap organisasi. Berikut ini merupakan ketujuh jenis pemborosan tersebut:<span id="more-24"></span></p>
<h2><span id="Over-Produksi">Over-Produksi</span></h2>
<p>Over-Produksi dapat diartikan menghasilkan sesuatu secara berlebihan atau lebih cepat dari yang dibutuhkan pada tahap berikutnya. Contoh bentuk inefisiensi ini antara lain pembuatan kemasan yang lebih cepat dari isinya sehingga kemasan menumpuk di gudang (manufaktur), mencetak laporan-laporan yang terlalu banyak yang sebenarnya &#8220;tidak&#8221; dibutuhkan (perkantoran), dan penambahan fitur ekstra yang kurang berguna bagi user (<span style="font-style: italic">software development</span>).</p>
<h2><span id="Pergerakan">Pergerakan</span></h2>
<p>Pergerakan yang dimaksud di sini adalah pergerakan atau perpindahan karyawan di tempat kerja yang terlalu sering dan cenderung berlebihan. Contohnya adalah perpindahan karyawan untuk menata barang di gudang (manufaktur), berjalan ke/dari mesin fotokopi (perkantoran), dan perpindahan karyawan untuk mencari informasi (<span style="font-style: italic">software development</span>).</p>
<h2><span id="Menunggu">Menunggu</span></h2>
<p>Yang dimaksud menunggu di sini adalah ketika seseorang atau sesuatu menunggu dengan diam dan tidak mengerjakan aktivitas apapun. Menunggu merupakan salah satu bentuk pemborosan yang sangat kentara dan banyak terjadi di organisasi apapun. Contoh pemborosan jenis ini antara lain produksi berhenti karena mesin rusak (manufaktur), proses berhenti karena menunggu persetujuan dari atasan (perkantoran), dan pembangunan <span style="font-style: italic">software</span> belum bisa dimulai karena masih menunggu <span style="font-style: italic">customer</span> menyusun kebutuhan <span style="font-style: italic">software</span>-nya (<span style="font-style: italic">software requirement</span>) terlebih dahulu (<span style="font-style: italic">software development</span>).</p>
<h2><span id="Transportasi">Transportasi</span></h2>
<p>Transportasi yang dimaksud adalah setiap perpindahan pekerjaan atau kertas <span style="font-style: italic">form</span> dari satu step ke step berikutnya pada suatu proses. Contohnya adalah pemindahan material ke atau keluar gudang (manufaktur), perpindahan dokumen dari satu tempat ke tempat lain, atau dari satu kantor ke kantor lain (perkantoran), serta serah terima dan instalasi hasil pengerjaan (<span style="font-style: italic">software development</span>).</p>
<h2><span id="Proses_Ekstra">Proses Ekstra</span></h2>
<p>Proses ekstra maksudnya adalah melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak perlu dilakukan lagi. Contoh pemborosan jenis ini antara lain proses produksi yang tidak efisien karena alat yang sudah tidak memadai (manufaktur), entry data yang sebenarnya telah tersedia sebelumnya atau tersedia di divisi lain (perkantoran), kode program selalu dibuat dari awal untuk setiap <span style="font-style: italic">project</span> karena tidak memiliki <span style="font-style: italic">source code library</span> ataupun <span style="font-style: italic">framework</span> (software development).</p>
<h2><span id="Inventaris_Inventory">Inventaris (<em>Inventory</em>)</span></h2>
<p>Pemborosan pada inventaris adalah dikarenakan persediaan yang terlalu berlebihan, yang sering tejadi karena produksi yang tidak sesuai dengan permintaan dari <em>customer</em>. Contohnya dapat berupa menumpuknya bahan baku di gudang (manufaktur), persediaan peralatan kantor yang terlalu banyak (perkantoran), dan banyaknya dokumen <em>requirement</em> dalam bentuk kertas (<span style="font-style: italic">software development</span>).</p>
<h2><span id="Rusak_atau_Cacat">Rusak atau Cacat</span></h2>
<p>Rusak atau cacat yang dimaksud disini adalah segala bentuk kesalahan, <em>error</em>, atau koreksi akibat dari pekerjaan atau aktivitas yang tidak dilakukan dengan baik sebelumnya. Rusak atau cacat merupakan bentuk inefisiensi yang paling banyak ditemukan di semua organisasi. Bentuk-bentuk dari pemborosan ini antara lain barang hasil produksi yang cacat (manufaktur), input data yang salah ataupun adanya kesalahan pencetakan dokumen (perkantoran), dan <em>bug</em> yang tidak ditemukan ketika fase testing (<em>software development</em>).</p>
<p>Jeffery Liker, seorang profesor dari Universitas Michigan menambahkan satu lagi pemborosan yang sering terjadi di suatu organisasi, yaitu tidak dimanfaatkannya potensi dan kemampuan karyawan. Sering kali kreativitas, ide, maupun <em>skill</em> karyawan tidak dapat sepenuhnya dikeluarkan untuk kepentingan organisasi. Hal ini dapat disebabkan kesalahan penempatan posisi karyawan atau karena tanggung jawab dan kewenangan yang terlalu dibatasi dalam organisasi tersebut.</p>
<p>Setiap waktu organisasi selalu berusaha untuk mencari cara bagaimana meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya-biaya. Pemborosan atau inefisiensi yang terjadi pada proses bisnis sehari-hari di organisasinya tentunya sangatlah kontra-produktif dengan semangat tersebut. Karena itu setiap organisasi yang ingin maju haruslah mampu mengidentifikasi pemborosan-pemborosan apa saja yang masih terdapat dalam dirinya, untuk kemudian berusaha semaksimal mungkin untuk mengeliminasinya. Selain dapat meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya, manfaat lain jika pemborosan-pemborosan tersebut dapat dikurangi atau dihilangkan antara lain mampu meningkatkan kualitas produk dan layanan yang dihasilkan, mengurangi tingkat frustrasi pekerja, hingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.</p>
<h2><span id="Kesimpulan">Kesimpulan</span></h2>
<p>Terdapat beberapa macam bentuk pemborosan atau inefisiensi pada proses bisnis yang lazim terjadi dalam suatu organisasi. Pemborosan atau inefisiensi ini adalah segala hal yang tidak mendatangkan nilai atau sia-sia belaka. Usaha mengurasi inefisiensi dalam proses bisnis tersebut merupakan suatu cara yang efektif untuk meningkatkan keuntungan dan memangkas biaya-biaya organisasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/24/7-inefisiensi-pada-proses-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OutSite Info: Wikipedia Akan Tutup dalam 3 Bulan?</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/23/outsite-info-wikipedia-akan-tutup-dalam-3-bulan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=outsite-info-wikipedia-akan-tutup-dalam-3-bulan</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/23/outsite-info-wikipedia-akan-tutup-dalam-3-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 00:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[OutSite Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/2007/02/outsite-info/outsite-info-wikipedia-akan-tutup-dalam-3-bulan/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari belakangan ini banyak beredar berita yang cukup menggemparkan tentang sekaratnya Wikipedia, sebuah situs online ensiklopedia gratis yang terpopuler saat ini. Kesimpangsiurannya berawal ketika Chairwoman dari Wikimedia Foundation, Florence Devouard, memaparkan kondisi keuangan Wikimedia pada acara LIFT Conference. Pernyataan Devouard memang sedikit &#8220;abu-abu&#8221; sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang bermacam-macam. Berikut ini kutipan transcript wawancara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari belakangan ini banyak beredar berita yang cukup menggemparkan tentang sekaratnya <a href="http://wikipedia.org">Wikipedia</a>, sebuah situs online ensiklopedia gratis yang terpopuler saat ini. Kesimpangsiurannya berawal ketika Chairwoman dari <a title="Situs web dari Yayasan Wikimedia" href="http://www.wikimediafoundation.org/">Wikimedia Foundation</a>, Florence Devouard, memaparkan kondisi keuangan Wikimedia pada acara <a title="Situs Web LIFT Conference" href="http://www.liftconference.com/">LIFT Conference</a>. Pernyataan Devouard memang sedikit &#8220;abu-abu&#8221; sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang bermacam-macam. Berikut ini kutipan <a title="Sumber informasi: transcript wawancara" href="http://www.ballpark.ch/blog/index.php?id=790">transcript wawancara</a> yang menimbulkan banyak rumor tersebut.<span id="more-23"></span></p>
<p><strong>Q:</strong> â€œWhen we prepared this speech, Florence told me that Wikipedia has enough cash to pay for its server for the nextâ€¦â€<br />
<strong>Florence Devouard:</strong> â€œThree months. Roughly.â€<br />
<strong>Q:</strong> â€œand if we donâ€™t do something, Wikipedia wonâ€™t be here in three or four months. Thatâ€™s a radical idea, itâ€™s not going to happen butâ€¦â€.<br />
<strong>Florence Devouard:</strong> â€&#8230;three months is a bit negative. [...] We have somebody making plans for two years in the future, I think we will survive in the next three monthsâ€.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui, untuk mendanai kelangsungan hidup Wikipedia, Wikimedia kerap kali melakukan penggalangan dana lewat website Wikipedia. Saat ini Wikipedia memiliki <a title="Sumber informasi: Wikipedia memiliki 350 server" href="http://www.lunchoverip.com/2007/02/lift07_wikimedi.html">350 buah server</a>. Sehingga tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk operasionalnya. Dari wawancara juga terungkap bahwa penggalangan dana yang terakhir hasilnya &#8220;kurang memuaskan&#8221; sehingga sebagian orang menganggap hal ini dapat mengancam masa depan dari Wikipedia ini. Tapi sebagian yang lain justru beranggapan sebaliknya karena melihat <em><a title="Laporan keuangan 2006 Wikimedia" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/foundation/2/28/Wikimedia_2006_fs.pdf">financial statement</a></em> tahun 2006 yang menunjukkan kondisi Wikimedia masih terbilang sehat.</p>
<p>Akankah Wikipedia yang selama ini menjadi salah satu sumber informasi terpopuler harus gulung tikar? Anda dapat menyimpulkannya sendiri lewat info dari website-website berikut ini.</p>
<ul>
<li><a href="http://www.mathewingram.com/work/2007/02/10/is-wikipedia-really-in-danger/">Is Wikipedia really in danger?</a></li>
<li><a href="http://sethf.com/infothought/blog/archives/001144.html">Wikipedia is NOT going to &#8220;shut within 3-4 months&#8221;</a></li>
<li><a href="http://www.ballpark.ch/blog/index.php?id=790">Wikipedia won&#8217;t &#8220;shut within 3-4 months&#8221;</a></li>
<li><a href="http://wikimediafoundation.org/wiki/What_we_need_the_money_for">What we need the money for</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/23/outsite-info-wikipedia-akan-tutup-dalam-3-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Evolusi Aplikasi Web</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/22/evolusi-aplikasi-web/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=evolusi-aplikasi-web</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/22/evolusi-aplikasi-web/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Feb 2007 09:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[WebOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/2007/02/webos/evolusi-aplikasi-web/</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingatkah Anda dengan pengalaman pertama saat melakukan browsing di dunia maya (internet)? Saya sendiri melakukan browsing perdana kalau tidak salah pada awal tahun 90-an. Pada saat itu dunia internet sangatlah berbeda dengan sekarang. Gambar di samping ini adalah screenshot dari situs web Yahoo pada tahun 1996. Saat ini, bagi sebagian orang mungkin situs web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Website Yahoo pada Tahun 1996" href="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/02/yahoo-1996.gif"><img align="right" title="Website Yahoo pada Tahun 1996" alt="Website Yahoo pada Tahun 1996" src="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/02/yahoo-1996-small.gif" /></a>Masih ingatkah Anda dengan pengalaman pertama saat melakukan <em>browsing</em> di dunia maya (internet)? Saya sendiri melakukan <em>browsing </em>perdana kalau tidak salah pada awal tahun 90-an. Pada saat itu dunia internet sangatlah berbeda dengan sekarang. Gambar di samping ini adalah <em>screenshot</em> dari situs web <a href="http://www.yahoo.com">Yahoo</a> pada tahun 1996. Saat ini, bagi sebagian orang mungkin situs web tersebut terlihat sangat kuno dan &#8220;tidak menarik&#8221;. Pendapat ini cukup dapat dimengerti mengingat situs-situs web yang ada sekarang sudah demikian canggih dan menarik. Sebagai pembanding, di bawah ini adalah tampilan situs web Yahoo pada tahun 2007. Tampilan situs tersebut tentunya sangat berbeda dengan situs Yahoo 11 tahun silam bukan?<span id="more-22"></span></p>
<p><a title="Website Yahoo pada Tahun 2007" href="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/02/yahoo-2007.gif"><img align="left" title="Website Yahoo pada Tahun 2007" alt="Website Yahoo pada Tahun 2007" src="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/02/yahoo-2007-small.gif" /></a> Saat ini, selain menyediakan halaman-halaman statis, sudah &#8220;sangat&#8221; banyak situs web yang menyediakan mekanisme bagi pengunjungya untuk dapat berinteraksi dengan situs tersebut. Interaksi tersebut dimungkinkan dengan cara menambahkan kode-kode pemrograman pada web situs web. Halaman-halaman web yang telah ditambahkan kode program (PHP, ASP, JSP, Perl, dsb) biasa dikenal dengan nama <em>web application</em> (aplikasi web). Saat ini terdapat berbagai macam aplikasi web, diantaranya adalah webmail, <em>online shopping</em>, <em>blog</em>, <em>search engine</em> (mesin pencarian), SFA (<em>Sales Force Automation</em>), ERP (<em>Enterprise Resource Planning</em>), <em>online auction</em> (lelang online), dan CRM (<em>Customer Relationship Management</em>). Tentunya masih banyak jenis aplikasi web lainnya yang belum kita sebutkan. Aplikasi-aplikasi web tersebut dapat diakses lewat internet maupun intranet (misal intranet perusahaan).</p>
<p>Sebelum kita melanjutkan, ada baiknya kita samakan terlebih dahulu pemahaman kita mengenai definisi dari aplikasi web dan aplikasi <em>desktop</em>. Pada tulisan ini, yang dimaksud aplikasi web adalah aplikasi yang dapat diakses dengan menggunakan <em>web browser</em> lewat jaringan baik internet ataupun intranet (misal intranet perusahaan). Contoh aplikasi web yang banyak digunakan misalnya Yahoo Mail, GMail, Google search engine, Friendster, YouTube, Flickr, WordPress, dan lain sebagainya. Di sisi lain, yang dimaksud dengan aplikasi desktop pada tulisan ini adalah aplikasi yang dapat digunakan tanpa harus menggunakan <em>web browser</em>. Contoh aplikasi desktop yang biasa kita gunakan diantaranya adalah Microsoft Office, Open Office, Adobe Photoshop, dan Outlook Express.</p>
<p><a title="Halaman depan Netvibes" href="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/02/netvibes.gif"><img align="left" title="Halaman depan Netvibes" alt="Halaman depan Netvibes" src="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/02/netvibes-small.gif" /></a>Selama ini mungkin jika kita mendengar istilah aplikasi web maka yang terlintas di benak kita adalah aplikasi yang tersusun dari halaman-halaman web. Untuk berpindah antar halaman tersebut biasanya memakan waktu yang cukup lama (tergantung koneksi jaringan). Saat ini tengah terjadi tren baru dalam aplikasi web. Tren tersebut akan mengubah persepsi kita tentang aplikasi web. Cobalah kita kunjungi beberapa situs web berikut ini: <a href="http://www.netvibes.com/">Netvibes</a>, <a href="http://www.pageflakes.com/">Pageflakes</a>, <a href="http://spreadsheet.google.com/">Google Spreadsheet</a>, <a href="http://www.zoho.com/">Zoho</a>, <a href="http://www.goffice.com/">gOFFICE</a>, dan <a href="http://www.zimbra.com/">Zimbra</a>. Berbeda dengan aplikasi web yang biasa kita jumpai, aplikasi-aplikasi web tersebut tidak tersusun atas halaman-halaman web melainkan tersusun atas <em>window-window</em> layaknya aplikasi <em>desktop</em>. Gambar di samping menunjukkan halaman depan dari Netvibes. Tampilan Netvibes sangat berbeda dengan aplikasi web yang biasa kita lihat bukan? Sebagian orang menyebut aplikasi-aplikasi tersebut sebagai Webtop (penggunaan istilah ini memang masih banyak diperdebatkan).</p>
<p>Sekarang, secara perlahan-lahan aplikasi web mulai mampu meniru <em>look-and-feel</em> dari aplikasi <em>desktop</em>. Aplikasi-aplikasi yang tadinya hanya tersedia pada versi <em>desktop</em> kini sudah mulai memiliki pesaing yang berupa aplikasi web. Kita tentunya kenal dengan Microsoft Excel. Sekarang Google telah memiliki <em>software spreadsheet</em> sejenis namun kali ini hadir dalam bentuk web. Untuk dapat menggunakan <em>spreadsheet</em> berbasis web tersebut yang kita perlukan hanyalah sebuah <em>web browser</em> (Internet Explorer, Firefox, Opera, ataupun browser lainnya). Kita tak perlu lagi meng-<em>install</em> aplikasi <em>spreadsheet </em>tersebut terlebih dahulu hanya untuk menjalankannya. Cukup dengan mengarahkan browser kita ke <a href="http://spreadsheet.google.com/">http://spreadsheet.google.com</a> maka seketika itu pula aplikasi <em>spreadsheet</em> tersebut dapat digunakan. Sangat mudah bukan?</p>
<p>Website-website tersebut membuktikan bahwa saat ini aplikasi web sudah tidak memiliki &#8220;batas&#8221; lagi. Kita sudah dapat membuat berbagai aplikasi &#8220;berat&#8221; yang dahulu menjadi dominasi aplikasi <em>desktop</em>. Tidak menutup kemungkinan di masa akan datang akan tersedia versi web dari aplikasi-aplikasi seperti Adobe Photoshop ataupun Autocad (tentunya tidak dalam waktu dekat). Walaupun demikian, sayangnya untuk dapat membangun aplikasi web yang menyerupai aplikasi desktop bukanlah perkara sederhana. Dibutuhkan usaha yang sangat keras karena <em>developer</em> memiliki tugas ganda. Selain harus membuat kode aplikasi yang akan dibangun (misalnya logic <em>akuntansi</em>), <em>developer</em> juga harus membuat kode-kode untuk meniru tampilan <em>desktop</em>. Sebagian <em>developer</em> melihat permasalahan tersebut dan menyediakan solusinya. Mereka menyediakan berbagai <em>framework</em> dan <em>library</em> yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi webtop. Solusi tersebut terbukti dapat mempercepat pembangunan aplikasi.</p>
<p>Kini sebagian <em>developer</em> bahkan melakukan terobosan lebih jauh lagi. Mereka menyediakan solusi yang dinamakan WebOS. Secara teknis, WebOS adalah sebuah<em> desktop environment</em> yang berjalan di atas web. WebOS dapat diartikan sebagai &#8220;sistem operasi&#8221; yang berjalan di atas web browser. Tentunya, WebOS bukanlah sebuah sistem operasi yang sebenarnya. WebOS hanyalah meniru tampilan, <em>look-and-feel</em>, dan beberapa fitur yang biasanya ditemukan pada sebuah sistem operasi. WebOS terbukti dapat membuat pembangunan aplikasi web menjadi jauh lebih cepat. Pada tulisan mendatang, kita akan membahas lebih jauh mengenai apa itu WebOS.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/22/evolusi-aplikasi-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Entrepreneurship, Sebuah Kebutuhan Untuk Indonesia yang Lebih Mandiri</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/15/entrepreneurship-sebuah-kebutuhan-untuk-indonesia-yang-lebih-mandiri/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=entrepreneurship-sebuah-kebutuhan-untuk-indonesia-yang-lebih-mandiri</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/15/entrepreneurship-sebuah-kebutuhan-untuk-indonesia-yang-lebih-mandiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2007 09:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/2007/02/mejakerja/enterpreneurship-sebuah-kebutuhan-untuk-indonesia-yang-lebih-mandiri/</guid>
		<description><![CDATA[Mulai hari ini, saya akan menulis artikel-artikel khusus yang berkaitan dengan enterpreneurship (kewirausahaan). Tujuan saya menulis tentang enterpreneur ini tidak lain adalah untuk berbagi pengalaman dan tentunya me-recharge kembali semangat wirausaha bagi siapa saja yang peduli dengan &#8220;kehidupan mandiri&#8221;, utamanya bagi saya pribadi tentunya. Saya sendiri bukanlah seorang pakar enterpreneurship dan juga bukanlah seorang enterpreneur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai hari ini, saya akan menulis artikel-artikel khusus yang berkaitan dengan <em>enterpreneurship</em> (kewirausahaan). Tujuan saya menulis tentang <em>enterpreneur</em> ini tidak lain adalah untuk berbagi pengalaman dan tentunya me-<em>recharge</em> kembali semangat wirausaha bagi siapa saja yang peduli dengan &#8220;kehidupan mandiri&#8221;, utamanya bagi saya pribadi tentunya. Saya sendiri bukanlah seorang pakar <em>enterpreneurship</em> dan juga bukanlah seorang <em>enterpreneur</em> yang telah sukses. Perusahaan yang saya dirikan, yaitu <a title="Perusahaan (vendor) software di Indonesia" href="http://id.saltanera.com">Saltanera</a>, belumlah dapat dikatakan sebagai perusahaan yang telah sukses. Saya tergugah untuk menulis tentang <em>enterpreneurship</em> ini juga karena saya melihat jiwa <em>enterreneurship</em> dari para pemuda di Indonesia masih &#8220;sangat&#8221; lemah. Dan saya berharap forum ini bisa menjadi satu langkah awal untuk memperbaiki mental tersebut demi terwujudnya Indonesia yang lebih mandiri.<span id="more-15"></span></p>
<p>Untuk lebih memudahkan pembahasan, rencananya saya akan membagi tulisan-tulisan dalam bagian <em>enterpreneurship</em> ini menjadi beberapa kolom. Saat ini yang terpikir oleh saya adalah kolom &#8216;Nostalgia&#8217;. Berbeda dengan pembahasan <em>enterpreneurship</em> lainnya, kolom ini akan memperlihatkan berbagai <em>screenshot</em> menarik dari website perusahaan yang sedang dibahas. <em>Screenshot-screenshot</em> tersebut diharapkan dapat &#8220;menceritakan&#8221; bagaimana perjalanan sebuah perusahaan sejak saat dirintis hingga menuai kesuksesan.</p>
<p>Pada posting perdana dari kolom Nostalgia ini, saya akan membahas mengenai Google yang kisah suksesnya begitu fenomenal dan mampu menggairahkan kembali industri dotcom yang sempat lesu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/15/entrepreneurship-sebuah-kebutuhan-untuk-indonesia-yang-lebih-mandiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Pentingkah SOA untuk Perusahaan Anda?</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/14/seberapa-pentingkah-soa-untuk-perusahaan-anda/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=seberapa-pentingkah-soa-untuk-perusahaan-anda</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/14/seberapa-pentingkah-soa-untuk-perusahaan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2007 00:22:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/2007/02/soa/seberapa-pentingkah-soa-untuk-perusahaan-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah sumbangan dari rekan saya, Bapak A. Irawan yang saat ini juga menjabat sebagai CEO Saltanera. Dunia bisnis senantiasa berubah secara dinamis. Kompetitor bertambah banyak, konsumen semakin kritis dan selalu menuntut lebih terhadap pelayanan, regulasi pemerintah yang sering berubah, lesunya pasar global, daya beli masyarakat menurun, biaya operasional yang terus membengkak dan tuntutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tulisan ini adalah  sumbangan dari rekan saya, Bapak <strong>A. Irawan</strong> yang saat ini juga menjabat sebagai CEO <a title="PT. Saltanera Teknologi" href="http://id.saltanera.com">Saltanera</a>.</em></p>
<p>Dunia bisnis senantiasa berubah secara dinamis. Kompetitor bertambah banyak, konsumen semakin kritis dan selalu menuntut lebih terhadap pelayanan, regulasi pemerintah yang sering berubah, lesunya pasar global, daya beli masyarakat menurun, biaya operasional yang terus membengkak dan tuntutan karyawan atas kesejahteraan mungkin adalah sebagian tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis saat ini. Untuk menjawab beberapa tantangan tersebut, IT memiliki peran yang tidak bisa dianggap remeh. Perusahaan biasanya akan mengotomasi sebagian proses bisnisnya, meng-<em>online</em>-kan beberapa prosedur kerja, dan mengkomputerisasi beberapa tugas rutin sehari-hari karyawannya.<span id="more-14"></span></p>
<p>Karena biasanya perusahaan dalam membuat aplikasi-aplikasi tersebut bersifat tambal sulam dan kurang integral, maka dampaknya adalah semakin lama perusahaan akan semakin banyak memiliki aplikasi-aplikasi yang berbeda-beda, baik dari segi teknologi yang dipakai, standardisasi yang digunakan, cara pemakaian, maupun vendor pembuatnya. Hal ini seiring bertambahnya waktu justru akan menjadi bumerang tersendiri bagi perusahaan, terutama ketika kebutuhan integrasi informasi semakin mendesak, seperti yang terjadi saat ini.</p>
<p>Masalah integrasi antar aplikasi (baca: data dan informasi) saat ini memang telah menjadi isu yang cukup serius, khususnya bagi perusahaan-perusahaan berskala <em>enterprise</em>. Biasanya pendekatan yang dipakai untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan integrasi secara â€œ<em>point-to-point</em>â€ antara dua aplikasi yang akan disambungkan, yaitu disediakan semacam <em>â€œinterfaceâ€ </em>agar dua buah aplikasi tersebut dapat berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Metode ini tentunya bukanlah solusi yang  ideal, karena biasanya solusi ini tidak menggunakan standardisasi khusus, pengerjaannya cukup kompleks, dan membutuhkan biaya modifikasi yang tidak sedikit.</p>
<p><em>Service-oriented architecture</em> atau yang biasa disebut SOA merupakan solusi alternatif yang patut dipertimbangkan secara serius oleh para <a title="Chief Information Officer" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chief_Information_Officer">CIO</a> untuk mengatasi problema-problema di atas. SOA menawarkan sebuah infrastruktur yang lebih baik dengan kemampuan integrasi yang sudah terkelola, yang tentunya akan berdampak pada meningkatnya <em>reliability</em>, kemudahan pertukaran informasi antar aplikasi, mengurangi pengaruh jika terjadi perubahan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah dapat menekan biaya-biaya untuk keperluan integrasi dan modifikasi aplikasi.</p>
<p>SOA merupakan suatu arsitektur dimana komponen-komponen dari aplikasi <em>software</em> yang telah dibuat dapat juga kita sediakan sebagai <em>services</em>  di jaringan, sehingga dapat dipakai atau dimanfaatkan untuk keperluan lain oleh aplikasi yang berbeda-beda. Pada SOA, pembangunan suatu aplikasi baru dapat diibaratkan sebagai proses <em>mix-and-match</em>, yaitu pertama kita akan menentukan aplikasi yang dibutuhkan, kemudian mencari komponen-komponen apa saja yang dapat dimanfaatkan yang telah tersedia di jaringan, dan selanjutnya kita menggabungkannya untuk menjadi suatu aplikasi yang sama sekali baru. Itulah mungkin gambaran singkat dari SOA, dan kenyataan sebenarnya tentunya tidaklah semudah dan sesederhana itu. Dan penjelasan SOA secara detil tidak akan dibahas pada kesempatan ini, mungkin pada artikel-artikel berikutnya.</p>
<p>SOA yang saat ini tengah menjadi solusi yang cukup populer, sebenarnya bukanlah teknologi dan ide baru. Konsep-konsep yang sejenis sebenarnya telah muncul dari pertengahan 1980-an. <em>Distributed Computing Environment</em> (DCE) dan <em>Common Object Request Broker Architecture</em> (CORBA) adalah salah satu usaha yang pernah muncul, tapi kurang begitu populer karena berbagai sebab, diantaranya adalah tidak tersedianya <em>middleware</em> atau <em>Application Programming Interfaces</em> yang standar. Dan selanjutnya datanglah <em>Web services</em> yang kemudian secara perlahan dapat merubah keadaan tersebut. Arsitektur dasar <em>Web services</em> sebenarnya sangatlah mirip dengan konsep SOA, dan pendapat ini juga didukung oleh para <em>analyst</em>  dan kalangan pembuat aplikasi perangkat lunak yang percaya bahwa masa depan <em>Web services</em> sendiri justru adalah SOA.</p>
<p>SOA saat ini memang menjadi konsep yang begitu populer di kalangan para eksekutif perusahaan. Hal ini bisa dilihat dari berbagai hasil riset yang telah diadakan oleh oleh sejumlah lembaga riset di dunia. IDC, sebuah perusahaan riset terkenal, baru-baru ini telah mengeluarkan hasil risetnya terhadap pandangan para eksekutif di Asia tentang perlunya penerapan SOA di perusahaannya. Hasilnya cukup mencengangkan, sekitar 84% responden menyatakan bahwa penerapan SOA sudah ada pada tahap &#8216;penting&#8217; dan &#8216;sangat penting&#8217;. Hasil ini menguatkan survey serupa terhadap para eksekutif di Amerika Serikat dan Eropa, dimana sekitar 75% dari mereka juga menyatakan hal yang sama tentang SOA.</p>
<p>Yang menarik adalah ternyata â€œdemamâ€ SOA juga telah melanda Indonesia. Beberapa perusahaan besar telah <em>concern</em> terhadap masalah pengembangan dan penerapan SOA ini di lingkungan internal mereka. Yang lebih menarik lagi adalah Pemerintah Indonesia juga tidak mau kalah. Hal ini setidaknya diwujudkan oleh 5 Kementerian, termasuk Depkominfo, yang mendukung proyek <em>open source</em> untuk mengembangkan solusi SOA yang dinamakan PASIR (Program Arsitektur Sistem Informasi dan Interope(R)abilitas). Setidaknya itulah sedikit informasi yang saya tahu dari media, karena saya memang kurang mengikuti perkembangan proyek PASIR ini.</p>
<p>Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita selanjutnya adalah apa sebenarnya yang ditawarkan oleh SOA sehingga menjadikannya sebagai â€œstandarâ€ baru dalam pembangunan solusi <em>enterprise</em>? Ada sejumlah faktor yang menyebabkan perusahaan-perusahaan melirik SOA. Faktor utama adalah jelas, penghematan biaya. Ketika kita dapat menggunakan kembali <em>service-service</em> yang telah dibuat untuk membangun suatu aplikasi baru, maka secara otomatis kita akan mampu menekan penggunaan waktu dan uang secara signifikan.</p>
<p>Jason Bloomberg, <em>Senior Analyst</em> di perusahan riset ZapThink mengatakan, <em>Web services</em> saat ini utamanya digunakan untuk &#8220;<em>solving point-to-point integration problems</em>.&#8221; Tapi harus diakui juga bahwa <em>Web services</em> tidak akan mampu mengatasi masalah integrasi untuk kasus yang lebih besar, seperti mengkonversi ratusan sistem menjadi sebuah arsitektur <em>enterprise </em>tunggal. Karena alasan ini pulalah mengapa SOA dibutuhkan. Memang masih ada beberapa faktor lagi, tapi dua hal tersebut di atas merupakan faktor kunci yang cukup dominan.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Dari salah satu riset diketahui bahwa lebih dari 70% eksekutif perusahaan mengatakan mereka membutuhkan SOA untuk memudahkan integrasi, sementara itu lebih dari 60% mengatakan mereka mengadopsi SOA karena mereka meyakini bahwa SOA dapat meningkatkan fleksibilitas bisnis mereka. Hal tersebut memang sangat sesuai dengan â€œjanjiâ€ SOA yaitu:</p>
<ul>
<li>Integrasi aplikasi dengan  lebih simpel dan cepat, dan</li>
<li>Memudahkan penggunaan dan pemanfaatan sumber daya IT untuk men-<em>support</em> proses bisnis.</li>
</ul>
<p>Jadi untuk menjawab pertanyaan seberapa pentingkah SOA untuk organisasi Anda, Anda perlu bertanya terlebih dahulu kepada diri sendiri apakah perusahaan Anda saat ini sudah membutuhkan â€œmanfaat-manfaatâ€ SOA di atas untuk menyelesaikan masalah yang ada saat ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/14/seberapa-pentingkah-soa-untuk-perusahaan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPM: Solusi untuk Meningkatkan Performa Proses Bisnis</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/13/bpm-solusi-untuk-meningkatkan-performa-proses-bisnis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bpm-solusi-untuk-meningkatkan-performa-proses-bisnis</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/13/bpm-solusi-untuk-meningkatkan-performa-proses-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 10:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[BPM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/2007/02/bpm/bpm-solusi-untuk-meningkatkan-performa-proses-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Pada Artikel Ini1 Definisi BPM/Business Process Management/Manajemen Proses Bisnis?2 Siklus Hidup Proses Bisnis Sebelum Datangnya BPM2.1 1. Perancangan Proses Bisnis Tanpa BPM2.2 2. Pembangunan Software (Komputerisasi Proses Bisnis) Tanpa BPM2.3 3. Eksekusi Proses Bisnis Tanpa BPM2.4 4. Evaluasi Jalannya Proses Bisnis Tanpa BPM3 Siklus Hidup Proses Bisnis Setelah Datangnya BPM3.1 1. Perancangan Proses Bisnis dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="toc_container" class="toc_wrap_right no_bullets"><p class="toc_title">Pada Artikel Ini</p><ul class="toc_list"><li><a href="#Definisi_BPMBusiness_Process_ManagementManajemen_Proses_Bisnis">1 Definisi BPM/Business Process Management/Manajemen Proses Bisnis?</a></li><li><a href="#Siklus_Hidup_Proses_Bisnis_Sebelum_Datangnya_BPM">2 Siklus Hidup Proses Bisnis Sebelum Datangnya BPM</a><ul><li><a href="#1_Perancangan_Proses_Bisnis_Tanpa_BPM">2.1 1. Perancangan Proses Bisnis Tanpa BPM</a></li><li><a href="#2_Pembangunan_Software_Komputerisasi_Proses_Bisnis_Tanpa_BPM">2.2 2. Pembangunan Software (Komputerisasi Proses Bisnis) Tanpa BPM</a></li><li><a href="#3_Eksekusi_Proses_Bisnis_Tanpa_BPM">2.3 3. Eksekusi Proses Bisnis Tanpa BPM</a></li><li><a href="#4_Evaluasi_Jalannya_Proses_Bisnis_Tanpa_BPM">2.4 4. Evaluasi Jalannya Proses Bisnis Tanpa BPM</a></li></ul></li><li><a href="#Siklus_Hidup_Proses_Bisnis_Setelah_Datangnya_BPM">3 Siklus Hidup Proses Bisnis Setelah Datangnya BPM</a><ul><li><a href="#1_Perancangan_Proses_Bisnis_dengan_BPM">3.1 1. Perancangan Proses Bisnis dengan BPM</a></li><li><a href="#2_Pembangunan_Software_Komputerisasi_Proses_Bisnis_dengan_BPM">3.2 2. Pembangunan Software (Komputerisasi Proses Bisnis) dengan BPM</a></li><li><a href="#3_Eksekusi_Proses_Bisnis_dengan_BPM">3.3 3. Eksekusi Proses Bisnis dengan BPM</a></li><li><a href="#4_Evaluasi_Jalannya_Proses_Bisnis_dengan_BPM">3.4 4. Evaluasi Jalannya Proses Bisnis dengan BPM</a></li></ul></li><li><a href="#Kesimpulan">4 Kesimpulan</a></li></ul></div>
<p>Pada tulisan sebelumnya kita melihat bagaimana BPM telah menjadi <a title="Raksasa-raksasa Software Menyerbu Pasar BPM" href="http://www.mejakerja.com/2007/01/bpm/raksasa-raksasa-software-menyerbu-pasar-bpm/">tren baru di industri <em>software</em> (perangkat lunak</a>). Pesatnya perkembangan pasar BPM telah menarik perhatian perusahaan-perusahaan <em>software</em> dunia. IBM, Oracle, BEA, Microsoft, TIBCO, dan Saltanera adalah beberapa ISV (<em>Independent Software Vendor</em>) yang memutuskan untuk masuk dan bertarung di arena BPM. Pada tulisan kali ini kita akan mencoba membahas apakah sebenarnya yang dimaksud dengan BPM. Tulisan ini adalah pembuka untuk tulisan-tulisan lain yang akan menggali definisi BPM secara lebih dalam.<span id="more-13"></span></p>
<h2><span id="Definisi_BPMBusiness_Process_ManagementManajemen_Proses_Bisnis">Definisi BPM/Business Process Management/Manajemen Proses Bisnis?</span></h2>
<p>Secara sederhana, BPM dapat didefinisikan sebagai perangkat lunak yang disediakan untuk membantu organisasi dalam mengelola proses bisnis yang dimilikinya mulai dari tahap perancangan, lalu otomasi (komputerisasi), kemudian eksekusi, hingga tahap monitoring. Tahapan-tahapan tersebut dikenal sebagai siklus hidup proses.</p>
<p>Masih banyak yang beranggapan BPM hanyalah kelanjutan dari <em>tool-tool</em> proses bisnis yang telah ada sebelumnya. Sebenarnya BPM jauh &#8220;lebih luas&#8221; dibandingkan <em>tool-tool</em> tersebut. BPM bukanlah sekedar <em>tool</em> proses bisnis model baru. Berikut ini <em>tool-tool</em> proses bisnis yang dianggap sebagai &#8220;pendahulu&#8221; BPM:</p>
<ul>
<li><em>Workflow Management</em></li>
<li>EAI (<em>Enterprise Application Integration</em>)</li>
<li>Six Sigma</li>
<li>BPR (<em>Business Process Reengineering</em>)</li>
<li>ERP (<em>Enterprise Resource Planning</em>)</li>
</ul>
<p>Hampir semua <em>software</em> BPM dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Java dan .NET. Namun demikian saat ini sudah mulai ada teknologi BPM yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman web &#8220;murni&#8221;, yaitu PHP. Pada tulisan yang akan datang kita akan coba membahas mengenai tren bahasa pemrograman yang digunakan pada teknologi BPM.</p>
<h2><span id="Siklus_Hidup_Proses_Bisnis_Sebelum_Datangnya_BPM">Siklus Hidup Proses Bisnis Sebelum Datangnya BPM</span></h2>
<p><img align="right" alt="Siklus Hidup Proses Bisnis Tanpa BPM" title="Siklus Hidup Proses Bisnis Tanpa BPM" src="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/02/siklus-proses-tanpa-bpm.png" />Untuk dapat memahami apa BPM itu sebenarnya, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu siklus hidup yang biasanya dilalui oleh sebuah proses bisnis sebelum datangnya BPM. Setelah itu kita akan melihat bagaimana pengaruh BPM terhadap siklus hidup proses bisnis. Gambar di samping adalah contoh siklus hidup yang &#8220;biasa&#8221; terjadi pada sebuah proses bisnis. Ada 4 tahapan yang dilalui oleh suatu proses bisnis, yaitu:</p>
<ol>
<li>Perancangan proses oleh <em>business analyst</em></li>
<li>Komputerisasi proses (pembangunan <em>software</em>) oleh <em>software developer</em></li>
<li>Eksekusi proses oleh <em>end-user</em> (karyawan, mitra, pelanggan)</li>
<li>Analisa jalannya proses (monitoring) oleh <em>business analyst</em></li>
</ol>
<h3><span id="1_Perancangan_Proses_Bisnis_Tanpa_BPM">1. Perancangan Proses Bisnis Tanpa BPM</span></h3>
<p>Sebagaimana ditunjukkan oleh gambar di atas, siklus sebuah proses dimulai pada tahap perancangan. Pada tahap ini seorang <em>business analyst</em> akan merancang proses bisnis yang ingin diimplementasi baik dengan memanfaatkan berbagai <em>tool</em> yang ada (misalnya Microsoft Visio) ataupun hanya dengan bermodalkan kertas. <em>Business analyst</em> akan berusaha keras agar rancangan proses yang dihasilkan dapat berjalan secara optimal pada saat diimplementasi.</p>
<p>Untuk itu pada saat perancangan ia akan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi jalannya proses bisnis itu nantinya, misalnya:</p>
<ul>
<li>Jumlah SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki perusahaan</li>
<li>Alokasi biaya untuk proses tersebut</li>
<li>Metode pembagian tugas</li>
<li>Waktu pengerjaan untuk setiap <em>stage</em> pada proses</li>
</ul>
<p>Banyaknya faktor yang harus diperhitungkan membuat perancangan sebuah proses bisnis menjadi cukup rumit dan bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu.</p>
<h3><span id="2_Pembangunan_Software_Komputerisasi_Proses_Bisnis_Tanpa_BPM">2. Pembangunan Software (Komputerisasi Proses Bisnis) Tanpa BPM</span></h3>
<p>Setelah proses bisnis berhasil dirancang, maka tahap selanjutnya adalah mengkomputerisasi (meng-<em>online</em>-kan) proses tersebut. Komputerisasi proses adalah pembangunan perangkat lunak yang merupakan representasi dari proses tersebut. Komputerisasi proses cenderung dilakukan oleh perusahaan sebagai solusi untuk meningkatkan performansi proses. Tahapan ini dilakukan oleh profesional IT (karyawan di divisi IT ataupun <em>outsourcing</em> ke perusahaan <em>software</em>).</p>
<p>Dengan adanya komputerisasi proses maka proses bisnis tidak lagi berjalan secara manual. Form-form yang tadinya berbentuk kertas akan diubah menjadi form-form dalam format digital pada layar monitor yang dapat diisi dengan menggunakan <em>keyboard</em>. Jalannya perangkat lunak tentunya akan sesuai dengan <em>flowchart</em> yang telah dibuat oleh <em>business analyst</em>. Tahap pembangunan <em>software</em> ini dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan.</p>
<h3><span id="3_Eksekusi_Proses_Bisnis_Tanpa_BPM">3. Eksekusi Proses Bisnis Tanpa BPM</span></h3>
<p>Setelah <em>software</em> berhasil dibangun maka selanjutnya <em>software</em> tersebut akan segera diimplementasi agar dapat dieksekusi. Pada tahap eksekusi, <em>end-user</em> (karyawan, mitra, pelanggan) akan dapat memulai (meng-<em>initiate</em>/men-<em>trigger</em>) suatu proses bisnis dan berkolaborasi dengan pengguna lain yang terlibat pada pada proses tersebut.</p>
<p>Sebagai contoh, katakanlah sebuah perusahaan telah mengkomputerisasi proses Pengadaan Barang (<em>procurement</em>) yang dimilikinya dengan cara membeli (ataupun membangun sendiri) <em>software </em>Pengadaan Barang (<em>e-procurement</em>). Maka untuk dapat mengajukan permohonan pengadaan barang, seorang karyawan tidak perlu lagi mengisi form berbentuk kertas. Mereka tinggal mengisi form digital yang dapat diakses pada alamat web tertentu dengan menggunakan <em>web browser</em> (Mozilla Firefox, Internet Explorer, Opera, dll). Setelah form diisi maka selanjutnya form yang telah diisi akan secara otomatis di-<em>routing</em> oleh <em>software procurement</em> tersebut kepada karyawan lain yang berwenang (misalnya <em>supervisor</em>). <em>Routing</em> tersebut tentunya sesuai dengan <em>flowchart</em> proses <em>procurement</em> yang telah dirancang sebelumnya.</p>
<h3><span id="4_Evaluasi_Jalannya_Proses_Bisnis_Tanpa_BPM">4. Evaluasi Jalannya Proses Bisnis Tanpa BPM</span></h3>
<p>Setelah komputerisasi proses bisnis tersebut berjalan maka selanjutnya <em>business analyst</em> akan melakukan evaluasi jalannya proses (<em>monitoring</em>). Proses tersebut mungkin tidak berjalan sesuai yang diharapkan. <em>Business analyst</em> akan mendapatkan berbagai fakta baru yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya. Misalnya adanya <em>bottleneck</em> pada situasi tertentu (<em>busy hour</em>), kekurangan SDM, dsb. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, maka <em>business analyst</em> dapat memutuskan apakah proses bisnis yang dirancangnya akan diubah atau tidak. Perubahan dapat dilakukan misalnya dengan mengubah <em>flowchart</em>, menambah alokasi SDM, dan lain sebagainya.</p>
<h2><span id="Siklus_Hidup_Proses_Bisnis_Setelah_Datangnya_BPM">Siklus Hidup Proses Bisnis Setelah Datangnya BPM</span></h2>
<p><img align="right" alt="Siklus Hidup Proses Bisnis dengan BPM" title="Siklus Hidup Proses Bisnis dengan BPM" src="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/02/siklus-proses-dengan-bpm.png" />Kita telah melihat siklus hidup dari sebuah proses sebelum datangnya BPM. Sekarang kita akan melihat bagaimana pengaruh BPM terhadap siklus hidup sebuah proses. Jika kita amati, BPM sebenarnya tidaklah mengubah siklus dari sebuah proses bisnis. Yang dilakukan BPM &#8220;hanyalah&#8221; mempermudah pengguna dalam setiap tahapan siklus dan mempercepat perpindahan antara masing-masing tahap. Gambar di samping menunjukkan siklus proses bisnis dan kaitannya dengan BPM.</p>
<h3><span id="1_Perancangan_Proses_Bisnis_dengan_BPM">1. Perancangan Proses Bisnis dengan BPM</span></h3>
<p>Sebagaimana sebelum datangnya BPM, siklus sebuah proses diawali dengan tahap perancangan yang dilakukan seorang <em>business analyst</em>. Namun kali ini <span style="font-style: italic">business analyst</span> melakukannya dengan menggunakan <em>tool</em> perancangan (<em>process modeler</em>) yang disediakan oleh <em>software</em> BPM. <em>Tool</em> ini tidak hanya menyediakan sarana untuk menggambar <em>flowchart</em> melainkan juga simulasi jalannya <em>flowchart</em> tersebut. Hal ini sangat membantu <em>business analyst</em> karena ia dapat memprediksi jalannya proses dengan lebih akurat.</p>
<p>Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan dengan mudah menggunakan <em>process modeler</em>:</p>
<ul>
<li>Membuat berbagai skenario simulasi untuk untuk menguji performansi sebuah proses pada berbagai kondisi yang berbeda. Seorang <em>business analyst</em> dapat, misalnya, membandingkan performansi proses penjualan (<em>sales</em>) ataupun proses <em>purchasing</em> pada kondisi sibuk (busy hour) dan kondisi normal</li>
<li>Memprediksi jumlah antrian (<em>queue</em>) yang mungkin timbul pada sebuah <em>stage</em> dari suatu proses</li>
<li>Memprediksi jumlah SDM yang dibutuhkan untuk menghindari <em>bottleneck</em></li>
<li>Memprediksi biaya yang dibutuhkan oleh suatu proses</li>
</ul>
<p>Hal tersebut tentunya akan sangat mempermudah <em>business analyst</em>. Pekerjaan perancangan yang tadinya memakan waktu berminggu-minggu sekarang dapat dilakukan dalam hitungan hari (bahkan jam). Walaupun waktu pengerjaan menjadi jauh lebih cepat, hasil yang diperoleh justru menjadi jauh lebih akurat.</p>
<h3><span id="2_Pembangunan_Software_Komputerisasi_Proses_Bisnis_dengan_BPM">2. Pembangunan Software (Komputerisasi Proses Bisnis) dengan BPM</span></h3>
<p>Setelah datangnya BPM, tahapan pembangunan <em>software</em> (komputerisasi proses) juga menjadi jauh lebih cepat. Pembangunan <em>software workflow</em> yang tadinya memakan waktu hingga berbulan-bulan sekarang dapat dilakukan dalam hitungan minggu. Bahkan beberapa <em>software</em> BPM dapat mengotomasi proses yang sederhana, misalnya pengajuan cuti, dalam hitungan menit (kurang dari 1 jam). Hal ini dikarenakan BPM telah menyediakan <em>tool</em> pembangunan <em>software</em> yang dapat mempermudah pekerjaan <em>software developer</em>. <em>Tool</em> tersebut adalah <em>Process IDE </em>(<em>Integrated Development Environment</em>). <em>Process IDE</em> adalah <em>RAD (Rapid Application Development) Tool </em>yang menyediakan berbagai fitur yang dapat mempermudah pembangunan komputerisasi proses. Contoh fitur yang disediakan oleh <em>process IDE</em> adalah:</p>
<ul>
<li><em>Drag-and-drop f</em><em>orm designer</em></li>
<li><em>Drag-and-drop r</em><em>eport designer</em></li>
<li><em>Source code editor </em>dengan fasilitas <em>syntax highlighting<br />
</em></li>
<li><em>W</em><em>orkflow framework</em></li>
<li><em>Database designer</em> yang mendukung berbagai basis data (Oracle, SQLServer, PostgreSQL, MySQL, dsb)</li>
</ul>
<h3><span id="3_Eksekusi_Proses_Bisnis_dengan_BPM">3. Eksekusi Proses Bisnis dengan BPM</span></h3>
<p>Masih sama dengan sebelum BPM datang, <em>software</em> yang telah dibangun akan diimplementasi agar dapat digunakan oleh <em>end-user</em> (karyawan, pelanggan, dan mitra). Apakah perbedaan antara komputerisasi proses yang dibangun sebelum datangnya BPM dan sesudah datangnya BPM?</p>
<p>Setelah datangnya BPM, hubungan antar proses yang sudah dikomputerisasi akan menjadi lebih terintegrasi dan dapat diakses melalui <em>Process Portal</em>. Adanya integrasi antar proses sangatlah banyak manfaatnya. Salah satu keuntungan terbesar adalah adanya mekanisme <em>load balancing</em> (pembagian tugas) yang lebih baik. Pembagian tugas antar karyawan di sebuah perusahaan akan menjadi lebih &#8220;adil&#8221;. Pembagian tugas tersebut diatur secara otomatis oleh <em>engine</em> dari <em>software</em> BPM.</p>
<p>Keuntungan lainnya adalah kemudahan penggunaan. Biasanya setiap aplikasi (proses yang dikomputerisasi) dibangun oleh <em>vendor</em> yang berbeda serta memiliki alamat dan halaman login yang berbeda pula. Karena dibangun oleh <em>vendor</em> yang berbeda maka cara penggunaan setiap aplikasi pun akan berbeda pula. Akibatnya, aplikasi-aplikasi tersebut menjadi &#8220;liar&#8221; dan sulit untuk digunakan. Dengan adanya BPM, semua proses yang telah dikomputerisasi dapat diakses pada alamat yang sama dan memiliki &#8220;<em>look-and-feel</em>&#8221; yang sama pula.</p>
<p>Tentunya masih banyak keuntungan lain dari adanya integrasi tersebut. Kita akan membahasnya pada tulisan yang lain.</p>
<h3><span id="4_Evaluasi_Jalannya_Proses_Bisnis_dengan_BPM">4. Evaluasi Jalannya Proses Bisnis dengan BPM</span></h3>
<p>Setelah proses diimplementasi maka selanjutnya <em>business analyst</em> akan mengukur kinerja (performansi) dari proses tersebut. BPM memiliki <em>tool</em> khusus yang menyediakan berbagai data statistik (<em>built-in</em>) dari seluruh proses yang telah diimplementasi baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai. <em>Tool</em> tersebut adalah <em>Process Monitor</em>.</p>
<p>Dengan adanya <em>Process Monitor</em> kita tidak perlu lagi membangun modul (ataupun fitur) tambahan untuk menghitung performansi sebuah proses. Semua proses yang diotomasi dengan menggunakan BPM akan secara otomatis dimonitor oleh <em>Process Monitor</em>. Data-data performansi tersebut akan disimpan dan dapat kita lihat kapanpun.</p>
<p>Data-data yang disediakan oleh <em>Process Monitor</em> diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li><em>Bottleneck</em> pada suatu proses</li>
<li>Beban (<em>load</em>) setiap orang pada suatu proses</li>
<li>Biaya dari sebuah proses</li>
<li>Kinerja karyawan yang terlibat pada proses</li>
<li>Utilitas proses</li>
<li>Dsb.</li>
</ul>
<h2><span id="Kesimpulan">Kesimpulan</span></h2>
<p>Informasi-informasi di atas memperlihatkan manfaat dan keuntungan yang diberikan oleh BPM. BPM membantu kita untuk mengelola proses bisnis dengan lebih baik. Pada tulisan-tulisan yang akan datang kita akan membahas lebih dalam mengenai teknologi BPM. Kita juga akan membahas fitur-fitur yang biasanya disediakan pada <em>software</em> BPM secara lebih detil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/13/bpm-solusi-untuk-meningkatkan-performa-proses-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Purefect Desktop di APICTA Macau 2006</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/9/perjuangan-purefect-desktop-di-apicta-macau-2006/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perjuangan-purefect-desktop-di-apicta-macau-2006</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/9/perjuangan-purefect-desktop-di-apicta-macau-2006/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 09:56:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Purefect]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/2007/01/open-source/perjuangan-purefect-di-apicta-macau-2006/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tulisan kali ini saya akan menceritakan kiprah Klorofil Open Source Project pada APICTA (Asia Pacific ICT Awards) 2006 yang berlangsung di Macau, China. Perlombaan tersebut berlangsung selama 4 hari dimulai tanggal 2 November sampai dengan 5 November 2006. Saya mendapatkan tugas dari Saltanera, yang merupakan sponsor Klorofil Project, untuk memberikan presentasi di depan dewan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/01/apicta-2006-opening-dinner.jpg" title="APICTA 2006 Opening Dinner di Macau Tower"><img src="http://www.mejakerja.com/wp-content/uploads/2007/01/apicta-2006-opening-dinner.thumbnail.jpg" title="APICTA 2006 Opening Dinner di Macau Tower" alt="APICTA 2006 Opening Dinner di Macau Tower" align="right" /></a>Pada tulisan kali ini saya akan menceritakan kiprah <a href="http://klorofil.org" title="Klorofil Open Development Solutions">Klorofil Open Source Project</a> pada APICTA (Asia Pacific ICT Awards) 2006 yang berlangsung di Macau, China. Perlombaan tersebut berlangsung selama 4 hari dimulai tanggal 2 November sampai dengan 5 November 2006. Saya mendapatkan tugas dari <a href="http://saltanera.com" title="Perusahaan software tempat saya bekerja">Saltanera</a>, yang merupakan sponsor Klorofil Project, untuk memberikan presentasi di depan dewan juri. Sebagai wujud dukungan Saltanera untuk kemajuan open source, pada perjalanan ke Macau tersebut saya ditemani secara langsung oleh CEO Saltanera (Pak Irawan). Berikut ini kisah singkat perjuangan sebuah proyek <em>open source</em> melawan dominasi software-software <em>proprietary</em>.<span id="more-9"></span></p>
<p>Purefect mendapatkan kesempatan untuk berlaga di APICTA Internasional setelah berhasil melewati tahap penyisihan (APICTA Indonesia 2006) di tingkat nasional. Purefect masuk dalam kategori R&amp;D (Research and Development). Selain Purefect, terdapat 2 peserta lainnya di kategori tersebut yang mendapatkan kesempatan untuk bertarung dengan jawara-jawara Asia Pasifik. Kedua peserta tersebut adalah INSPIRIT Arena (3D multiplayer online strategy game) dari PT. Mythic Perspective Indonesia dan Electronic Number Mapping (ENUM) Server dari ITB.</p>
<p>Delegasi Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Pak Cahyana Ahmadjayadi (Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo), berjumlah 34 orang. Dalam delegasi tersebut terdapat 4 orang juri internasional dari Indonesia, yaitu Pak Jos Luhukay, Pak Richard Kartawijaya, Ibu Sylvia Sumarlin, dan Pak Eko Indrajit. Selain itu juga terdapat 3 orang wakil dari Depkominfo, yaitu Ibu Lolly Amalia, Ibu Sri Setyo Kusumawati, dan Bapak Lubis.</p>
<p>Juri untuk kategori R&amp;D berjumlah 4 orang yang berasal dari Malaysia, Cina, dan Singapura (2 orang). Dua orang juri yang saya ingat adalah Wan Jiangping, Phd. (China) dan DR. Robert  de Souza (Singapura). Pada presentasi tersebut kami mendemokan versi awal dari Kambium (IDE AJAX berbasis web) yang masih sangat sederhana, FlazTalk (instant messenger berbasis web), dan beberapa aplikasi yang dibangun menggunakan Kambium. Presentasi berjalan dengan sangat lancar dan para juri terlihat sangat antusias dan memberikan apresiasi yang sangat positif.</p>
<p>Walaupun presentasi berjalan dengan lancar, sejak awal kami sadar bahwa Purefect akan sulit untuk menang karena salah satu faktor penilaiannya adalah jumlah implementasi software dan potensi keuntungan yang dapat diraih. Purefect pada saat itu memang masih pada tahap awal pengembangan (<span style="font-style: italic">early stage</span>), jadi memang belum diimplementasi secara umum. Pada kategori tersebut, Purefect bertanding dengan banyak software <em>proprietary</em> yang belum masuk pasar (masih dalam tahap pembangunan). Saya tidak mengetahui ada berapa aplikasi open source yang bertanding di Macau. Kalaupun ada, saya rasa jumlahnya sangatlah sedikit.</p>
<p>Akhirnya, sesuai dengan prediksi kami saat masih di Indonesia, Purefect belum berkesempatan untuk membawa tropi kemenangan ke Indonesia. Kemenangan jatuh ke tangan Stratech Systems Limited dari Singapura. Produk yang dibuatnya adalah <em>Intelligent Airfield/Runway Surveillance and FOD (Foreign Object &amp; Debris) Detection System</em>. Namun demikian, saya pribadi sangat senang dengan hasil tersebut karena hasil tersebut dicapai setelah kerja keras. Saya melihatnya sebagai awal perjuangan proyek open source Klorofil.</p>
<p>Kami tidak mau menjadikan open source sebagai kambing hitam kekalahan tersebut. Software-software yang dibangun di Klorofil memang sejak awal disiapkan untuk bertanding dengan software <em>proprietary</em>. Kami akan tetap berusaha untuk membuktikan bahwa open source dapat menjadi bisnis yang menarik dan dapat disejajarkan dengan software <em>proprietary</em>. Dan kami di Klorofil sedang berusaha untuk mewujudkan impian tersebut.</p>
<p>Saat ini kami masih terus mengembangkan Purefect dan alhamdulillah <span style="font-style: italic">progress-</span>nya sangat menggembirakan dan tentunya sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan versi yang dibawa ke Macau. Fitur dan kemampuan Purefect terus disempurnakan agar bisa benar-benar siap untuk digunakan, karena kami berencana untuk merilisnya dalam waktu dekat ini.</p>
<p>Sukses dan maju terus Open Source Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/9/perjuangan-purefect-desktop-di-apicta-macau-2006/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Raksasa-Raksasa Software Menyerbu Pasar BPM</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/7/raksasa-raksasa-software-menyerbu-pasar-bpm/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=raksasa-raksasa-software-menyerbu-pasar-bpm</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/7/raksasa-raksasa-software-menyerbu-pasar-bpm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 13:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[BPM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/2007/01/bpm/raksasa-raksasa-software-menyerbu-pasar-bpm/</guid>
		<description><![CDATA[Istilah BPMS (Business Process Management System) mungkin masih sangat asing bagi mayoritas software developer di Indonesia. Secara sederhana, BPMS dapat diartikan sebagai software yang digunakan untuk membantu pengelolaan (manajemen) proses bisnis pada perusahaan. Untuk dapat menjelaskan BPMS secara detil dalam tulisan kali ini sangatlah sulit mengingat demikian luasnya materi tersebut. Karena itu saya akan mencoba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah <strong>BPMS</strong> (<strong>Business Process Management System</strong>) mungkin masih sangat asing bagi mayoritas <em>software developer</em> di Indonesia. Secara sederhana, BPMS dapat diartikan sebagai software yang digunakan untuk membantu pengelolaan (manajemen) proses bisnis pada perusahaan. Untuk dapat menjelaskan BPMS secara detil dalam tulisan kali ini sangatlah sulit mengingat demikian luasnya materi tersebut. Karena itu saya akan mencoba untuk menulis mengenai BPM (Business Process Management) dan BPMS secara cukup detil. Pada tulisan kali ini, kita akan menitikberatkan pembahasan kita pada &#8220;aksi-aksi penyerbuan&#8221; yang dilakukan oleh para raksasa software dunia.<span id="more-7"></span></p>
<h2>Gambaran Mengenai Pasar BPM</h2>
<p>Saat ini perhatian mayoritas pengembang perangkat lunak (<em>software developer</em>) dan dunia korporasi masih tertuju pada teknologi-teknologi yang telah cukup lama populer, misalnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Enterprise_resource_planning">ERP</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Customer_relationship_management">CRM</a>. Banyak yang masih belum menyadari hadirnya pendatang &#8220;baru&#8221; di dunia IT yang telah diprediksi akan menjadi <em>The Next Big Thing</em>. Pendatang baru tersebut adalah BPMS.</p>
<p>Menurut prediksi <a href="http://forrester.com">Forrester Research</a>, pasar BPMS (<em>Business Process Management Suite</em>) akan berkembang dari <strong>$1,2 miliar</strong> pada tahun 2005 melonjak menjadi <strong>$2,9 miliar</strong> pada tahun 2009. Hal senada juga dipaparkan oleh <a href="http://gartner.com">Gartner</a>. Perusahaan riset independen tersebut memprediksi bahwa hingga tahun 2009 pasar BPM akan mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen setiap tahunnya dimana ini berarti BPM akan menjadi pasar perangkat lunak dengan pertumbuhan tercepat kedua setelah <em>security</em>.</p>
<p>Berbagai fakta menarik mengenai perkembangan BPM telah mendorong berbagai perusahaan untuk membuat software BPMS. Namun, mayoritas vendor BPMS pada masa awal perkembangan BPMS masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan software berskala menengah. Pada tahun 2004 lalu, hal ini mulai berubah. Nama-nama besar di industri software mulai memberikan perhatian lebih pada BPMS.</p>
<h2>Akuisisi oleh TIBCO, Oracle, BEA, dan IBM</h2>
<p>Salah satu raksasa pertama yang masuk ke arena BPM adalah <a href="http://tibco.com">TIBCO</a>. Pada bulan <strong>April 2004</strong> perusahaan ini mengakuisisi perusahaan software asal Inggris, yaitu <a href="http://web.archive.org/web/20040411012144/http://www.staffware.com/" title="Website Staffware di Internet Archive">Staffware</a> senilai <strong>$217 juta</strong> (dalam bentuk <em>stock</em> dan <em>cash</em>). Staffware dikenal sebagai <em>vendor</em> BPM dan <em>workflow</em> dimana mayoritas (lebih dari 50%) kliennya berasal dari industri perbankan (bank-bank).</p>
<p>Dua bulan kemudian, bulan <strong>Juni 2004</strong>, <a href="http://oracle.com">Oracle</a> pun mengambil langkah serupa. Raksasa yang terkenal dengan produk <em>database</em> dan E-Business Suite ini mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi <a href="http://web.archive.org/web/20040618002231/www.collaxa.com/home.index.jsp" title="Website Collaxa di Internet Archive">Collaxa</a>. Collaxa adalah sebuah perusahaan <em>startup</em> di California yang didirikan pada tahun 2000. Angka akuisisi tersebut tidak dipublikasikan.</p>
<p>Seakan tidak mau kalah, pada bulan <strong>Maret 2006</strong>, <a href="http://bea.com">BEA</a> juga melakukan akuisisi untuk masuk ke pasar BPM. Kali ini, perusahaan yang menjadi target akuisisi adalah <a href="http://web.archive.org/web/20060219221756/http://www.fuego.com/" title="Website Fuego di Internet Archive">Fuego</a>. Akuisisi tersebut juga dimaksudkan untuk mempermulus langkah BEA untuk menunjukkan eksistensinya di dunia <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Service-oriented_architecture">SOA</a> (<em>Service Oriented Architecture</em>). Untuk dapat membeli Fuego, BEA akhirnya mengeluarkan uang sebesar <strong>$87 juta</strong> (cash).</p>
<p>Pada bulan <strong>Oktober 2006</strong> lalu IBM pun mengikuti langkah raksasa lainnya dengan mengakuisisi <a href="http://web.archive.org/web/20060528035732/http://filenet.com/" title="Website FileNet di Internet Archive">FileNet</a> yang juga memiliki produk BPMS (di samping produk-produk lainnya). FileNet adalah perusahaan publik yang bermarkas di California. Angka akuisisi FileNet terbilang sangat menggiurkan, IBM perlu merogoh kantongnya dan mengeluarkan uang sebesar <strong>$1,6 miliar</strong> (cash) untuk membeli saham FileNet dengan harga $35 per saham. Jika kita asumsikan $1 = Rp 9.000 maka jumlah uang yang harus dikeluarkan IBM adalah sebesar lebih dari Rp 14 triliun.</p>
<p>Dengan jumlah sebesar itu, mungkin kita jadi teringat akuisisi <a href="http://youtube.com/">YouTube</a> (penyedia layanan <em>video sharing</em>) seharga <strong>$1,65 miliar</strong> (stock) yang dilakukan oleh <a href="http://google.com">Google</a> pada bulan yang sama (<strong>Oktober 2006</strong>). Namun tingginya nilai akuisisi FileNet, sebuah perusahaan yang baru berusia 24 tahun, sebenarnya sangatlah beralasan. Hal ini dikarenakan <em>annual revenue</em> FileNet pada tahun sebelumnya adalah sebesar <strong>$422 juta</strong>. Angka tersebut hampir dua kali lipat nilai akuisisi Staffware oleh TIBCO.<br />
<a href="http://saltanera.com">Saltanera</a>, perusahaan tempat saya bekerja saat ini, juga telah melihat potensi BPMS sejak tahun 2003 lalu. Hal inilah yang membuat Saltanera memutuskan untuk masuk ke pasar BPM pada awal tahun 2004. Namun berbeda dengan TIBCO, Oracle, BEA, dan IBM, alih-alih melakukan akuisisi Saltanera memutuskan untuk membangun sendiri software BPM-nya. Hal serupa juga dilakukan oleh <a href="http://microsoft.com">Microsoft</a> yang berusaha menyediakan software BPM dengan cara menggabungkan berbagai software yang telah dimilikinya.</p>
<h2>Software BPM dan Tren Baru Dunia IT</h2>
<p>Dengan berbagai fakta menarik di atas, tentunya sangat besar kemungkinan BPMS akan menjadi tren baru di dunia IT. Demikian besarnya jumlah uang yang harus dikeluarkan oleh pemain-pemain besar tersebut tentunya menjadi indikasi bahwa mereka akan <em>all-out</em> bertarung di pasar baru tersebut. Pada artikel mendatang, kita akan mencoba membahas mengenai BPM.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/7/raksasa-raksasa-software-menyerbu-pasar-bpm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potensi Pemanfaatan TI di Institusi Pemerintahan</title>
		<link>http://www.mejakerja.com/28/potensi-pemanfaatan-ti-di-institusi-pemerintahan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=potensi-pemanfaatan-ti-di-institusi-pemerintahan</link>
		<comments>http://www.mejakerja.com/28/potensi-pemanfaatan-ti-di-institusi-pemerintahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 08:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MejaKerja</dc:creator>
				<category><![CDATA[E-Government]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mejakerja.com/2007/01/e-government/potensi-pemanfaatan-ti-di-institusi-pemerintahan/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah tulisan dari rekan saya, yang juga merupakan CEO dari Saltanera, yaitu Bapak A. Irawan. Saya sengaja meminta Pak Irawan agar mau berpartisipasi menyumbangkan berbagai ide dan pendapat sehingga dapat menjadi bahan diskusi bagi kita. Berbelit-belit, tidak transparan, banyak biaya-biaya tidak jelas alias pungli, lama, dan berbagai macam ungkapan sejenis, mungkin adalah hal-hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tulisan ini adalah  tulisan dari rekan saya, yang juga merupakan CEO dari <a href="http://id.saltanera.com" title="PT. Saltanera Teknologi">Saltanera</a>, yaitu Bapak <strong>A. Irawan</strong>. Saya sengaja meminta Pak Irawan agar mau berpartisipasi menyumbangkan berbagai ide dan pendapat sehingga dapat menjadi bahan diskusi bagi kita.</em></p>
<p>Berbelit-belit, tidak transparan, banyak biaya-biaya tidak jelas alias pungli, lama, dan berbagai macam ungkapan sejenis, mungkin adalah hal-hal yang terpikirkan pertama kali oleh Anda ketika ditanya mengenai pengurusan perizinan maupun urusan-urusan lain yang berhubungan dengan kantor pemerintahan baik pusat maupun daerah (khususnya di Indonesia). Bahkan begitu melekatnya citra negatif kinerja pegawai pemerintahan tersebut di masyarakat, sampai-sampai mengilhami suatu perusahaan untuk membuat iklan yang menyentil hal tersebut.<span id="more-28"></span></p>
<p>â€œKalau bisa dibuat sulit, mengapa dipermudah?â€ Ungkapan dari iklan tersebut saya rasa sangat pas untuk menggambarkan kinerja â€œmayoritasâ€ pegawai pemerintahan di Indonesia. Mengapa kata â€œmayoritasâ€ perlu saya tekankan di sini? Karena jujur saja selama ini saya juga mempunyai anggapan yang kurang lebih sama mengenai kinerja â€œsemuaâ€ pegawai pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun Pemda. Sampai kemudian beberapa bulan lalu saya membaca artikel tentang kesuksesan penerapan <em>e-government</em> di Jembrana, Bali. Dari situ saya juga akhirnya mengetahui ternyata ada beberapa daerah lain yang juga telah mengikuti kesuksesan Jembrana seperti Sragen, Pemkot Malang, Bantul, Gorontalo, dan Parepare. Mulai saat itulah saya menyadari bahwa <strong>tidak semua</strong> kantor pemerintahan â€œcocokâ€ dengan ungkapan-ungkapan negatif di atas.</p>
<p>Di antara daerah lain yang sukses, saya sangat tertarik dengan keberhasilan Sragen dalam menerapkan sistem pelayanan satu atapnya yang mereka sebut dengan istilah â€œPelayanan Primaâ€. Meski hanyalah daerah â€œkecilâ€ dengan anggaran <em>e-government</em> yang juga tidak banyak, Rp900 juta selama lima tahun, Kabupaten Sragen mampu unjuk gigi dan menjadi yang terdepan dalam penerapan <em>e-government</em> di Indonesia. Dengan Pelayanan Prima, bukan hanya waktu dan biaya perizinan yang jelas, pasti, serta bebas dari pungli, proses perizinan di KPT (Kantor Pelayanan Terpadu) Sragen ini pun dilakukan secara bersamaan, selesai di satu tempat maksimal dalam waktu 12 hari.</p>
<p>Dengan adanya pelayanan yang mudah, cepat, transparan dan pasti, dampaknya telah dirasakan dengan meningkatnya nilai investasi di daerah ini dari tahun ke tahun. Pada tahun 2002, ketika sistem ini baru diterapkan, nilai investasi yang ada hanyalah sebesar Rp 592 miliar, dan pada tahun 2005 nilainya meningkat secara signifikan menjadi Rp 955 miliar. Hal ini otomatis juga berdampak besar pada penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri juga terdongkrak 44,29% dari 28.976 orang menjadi 41.800 orang. Pendapatan asli daerah (PAD) pun meningkat dari Rp 22,5 miliar 2002 menjadi Rp 43,5 miliar di tahun 2004.</p>
<p>Jadi memang tak salah kiranya jika Sragen diganjar berbagai macam penghargaan, seperti penghargaan Satya Abdi Praja dari Gubernur Jateng, Citra Pelayanan Prima dari Presiden, Ranking I daerah Pro Investasi di Jateng tahun 2005, dan Sertifikat ISO 9001-2000 dari Sucofindo International Certification Service. KPT Sragen juga direkomendasikan oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) dan <em>International Finance Corporation</em> sebagai contoh model KPT di Indonesia, dengan membuat buku panduan tentang OSS (<em>One Stop Services</em>) yang diedarkan di seluruh kabupaten/kota di Tanah Air.  Sragen juga terpilih menjadi pemenang terbaik pertama untuk kategori Pemerintah Kabupaten pada ajang penghargaan <strong>Warta Ekonomi E-Government Award 2006</strong>.</p>
<p>Selama ini kita memang sering mendengar tentang gagalnya penerapan <em>e-government</em> di berbagai kantor pemerintahan, baik karena faktor kualitas SDM, kualitas Aplikasi, hingga faktor kurangnya dukungan dari pihak-pihak terkait. Proyek teknologi informasi (TI) masih sering dianggap sebagai investasi yang diada-adakan dan kurang bermanfaat. Namun dengan berkaca pada keberhasilan Sragen dan beberapa daerah lain, kita tentunya menjadi lebih optimis bahwa penerapan TI yang benar justru akan memberikan manfaat yang sangat banyak bagi institusi pemerintah, dan yang lebih penting lagi adalah bahwa ternyata solusi TI bisa juga diterapkan di kantor pemerintahan. Kita tentunya dapat mengambil pelajaran dari ucapan Bupati Sragen Untung Wiyono, â€œSiapa bilang PNS (pegawai negeri sipil) tidak bisa bekerja. Kalau pilotnya mau kerja keras, pasti ekornya mengikuti. Yang dibutuhkan sebenarnya figur pemimpin yang konsisten dan mau memberi contohâ€.</p>
<p>Setelah melihat keberhasilan dan manfaat penerapan TI di beberapa pemerintah daerah, tentunya daerah-daerah lain tidak mau ketinggalan. Dan sejalan dengan hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Moh. Ma&#8217;ruf juga telah mengimbau kepada seluruh kepala daerah di Indonesia, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur, untuk melaksanakan sistem satu atap di daerahnya paling lambat akhir tahun 2007. Hal ini berkaitan dengan upaya daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan untuk menjaring investor serta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan terbangunnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Niat dan keinginan baik dari pemerintah ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi kalangan dan praktisi TI untuk men-deliver solusi TI yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang ada di institusi pemerintahan, sehingga diharapkan investasi yang akan dikeluarkan tidak terbuang percuma, tapi dapat memberi dampak positif bagi perkembangan dan pembangunan di Indonesia. Kalau semuanya berjalan lancar, bukan tidak mungkin beberapa tahun lagi akan ada iklan lain yang berbunyi, â€œKalau bisa dibuat mudah, mengapa dipersulit?â€</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mejakerja.com/28/potensi-pemanfaatan-ti-di-institusi-pemerintahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

