Perjuangan Purefect Desktop di APICTA Macau 2006

APICTA 2006 Opening Dinner di Macau TowerPada tulisan kali ini saya akan menceritakan kiprah Klorofil Open Source Project pada APICTA (Asia Pacific ICT Awards) 2006 yang berlangsung di Macau, China. Perlombaan tersebut berlangsung selama 4 hari dimulai tanggal 2 November sampai dengan 5 November 2006. Saya mendapatkan tugas dari Saltanera, yang merupakan sponsor Klorofil Project, untuk memberikan presentasi di depan dewan juri. Sebagai wujud dukungan Saltanera untuk kemajuan open source, pada perjalanan ke Macau tersebut saya ditemani secara langsung oleh CEO Saltanera (Pak Irawan). Berikut ini kisah singkat perjuangan sebuah proyek open source melawan dominasi software-software proprietary.

Purefect mendapatkan kesempatan untuk berlaga di APICTA Internasional setelah berhasil melewati tahap penyisihan (APICTA Indonesia 2006) di tingkat nasional. Purefect masuk dalam kategori R&D (Research and Development). Selain Purefect, terdapat 2 peserta lainnya di kategori tersebut yang mendapatkan kesempatan untuk bertarung dengan jawara-jawara Asia Pasifik. Kedua peserta tersebut adalah INSPIRIT Arena (3D multiplayer online strategy game) dari PT. Mythic Perspective Indonesia dan Electronic Number Mapping (ENUM) Server dari ITB.

Delegasi Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Pak Cahyana Ahmadjayadi (Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo), berjumlah 34 orang. Dalam delegasi tersebut terdapat 4 orang juri internasional dari Indonesia, yaitu Pak Jos Luhukay, Pak Richard Kartawijaya, Ibu Sylvia Sumarlin, dan Pak Eko Indrajit. Selain itu juga terdapat 3 orang wakil dari Depkominfo, yaitu Ibu Lolly Amalia, Ibu Sri Setyo Kusumawati, dan Bapak Lubis.

Juri untuk kategori R&D berjumlah 4 orang yang berasal dari Malaysia, Cina, dan Singapura (2 orang). Dua orang juri yang saya ingat adalah Wan Jiangping, Phd. (China) dan DR. Robert de Souza (Singapura). Pada presentasi tersebut kami mendemokan versi awal dari Kambium (IDE AJAX berbasis web) yang masih sangat sederhana, FlazTalk (instant messenger berbasis web), dan beberapa aplikasi yang dibangun menggunakan Kambium. Presentasi berjalan dengan sangat lancar dan para juri terlihat sangat antusias dan memberikan apresiasi yang sangat positif.

Walaupun presentasi berjalan dengan lancar, sejak awal kami sadar bahwa Purefect akan sulit untuk menang karena salah satu faktor penilaiannya adalah jumlah implementasi software dan potensi keuntungan yang dapat diraih. Purefect pada saat itu memang masih pada tahap awal pengembangan (early stage), jadi memang belum diimplementasi secara umum. Pada kategori tersebut, Purefect bertanding dengan banyak software proprietary yang belum masuk pasar (masih dalam tahap pembangunan). Saya tidak mengetahui ada berapa aplikasi open source yang bertanding di Macau. Kalaupun ada, saya rasa jumlahnya sangatlah sedikit.

Akhirnya, sesuai dengan prediksi kami saat masih di Indonesia, Purefect belum berkesempatan untuk membawa tropi kemenangan ke Indonesia. Kemenangan jatuh ke tangan Stratech Systems Limited dari Singapura. Produk yang dibuatnya adalah Intelligent Airfield/Runway Surveillance and FOD (Foreign Object & Debris) Detection System. Namun demikian, saya pribadi sangat senang dengan hasil tersebut karena hasil tersebut dicapai setelah kerja keras. Saya melihatnya sebagai awal perjuangan proyek open source Klorofil.

Kami tidak mau menjadikan open source sebagai kambing hitam kekalahan tersebut. Software-software yang dibangun di Klorofil memang sejak awal disiapkan untuk bertanding dengan software proprietary. Kami akan tetap berusaha untuk membuktikan bahwa open source dapat menjadi bisnis yang menarik dan dapat disejajarkan dengan software proprietary. Dan kami di Klorofil sedang berusaha untuk mewujudkan impian tersebut.

Saat ini kami masih terus mengembangkan Purefect dan alhamdulillah progress-nya sangat menggembirakan dan tentunya sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan versi yang dibawa ke Macau. Fitur dan kemampuan Purefect terus disempurnakan agar bisa benar-benar siap untuk digunakan, karena kami berencana untuk merilisnya dalam waktu dekat ini.

Sukses dan maju terus Open Source Indonesia!

9 Responses to “Perjuangan Purefect Desktop di APICTA Macau 2006”

  1. Emon
    23 January 2007 at 18:13 #

    Jangan pernah berhenti berproses.
    Sebesar apapun impian kita pasti ada jalan keluarnya.
    Salam.

  2. R. Iqbal
    24 January 2007 at 6:33 #

    Betul sekali Pak Amin. Kita akan terus berjuang. Saat ini kami terus mengembangkan Purefect demi mewujudkan impian kami untuk menjadikan Purefect sebagai solusi ‘mobile desktop’ paling dominan di dunia :-)

  3. Fachri
    24 January 2007 at 10:15 #

    Cukup mengesankan…

    Bagi saya project open source terutama yang dihasilkan oleh anak bangsa harus benar-benar mendapat dukungan. Dukungan itu seharusnya didapat dari seluruh kalangan terutama pemerintah. Pemerintah diharapkan kedepannya bisa memberikan perhatian lebih dalam hal ini.

    Sukses untuk open source dari Indonesia. Semoga di masa depan kita bisa tunjukkan pada dunia luar bahwa open sorce bukan hanya didominasi oleh negara2 maju.

    Go Open source…

  4. Hendy Irawan
    12 February 2007 at 11:11 #

    Wow!!!

    You guys are great hard workers…

    Gw sebagai orang Indonesia merasa bahwa Indonesia pasti merasa (?!) bangga dengan hadirnya Saltanera yang mendongkrak pamor software dari Indonesia… yang selama ini dianggap sebagai “use only no produce” dan bahkan “pirate only”…

    Anyways, I just want to say; not winning that award was nothing compared to the loyalty and enthusiasts of your customers & community… :-)

    ‘Cuz all you have to do… is being passionate with what you really like. :-)

  5. R. Iqbal
    12 February 2007 at 23:34 #

    Mas Hendy, terima kasih banyak atas supportnya.

    Mohon do’anya agar Saltanera bisa ikut berpartisipasi menaikkan citra Indonesia di dunia internasional sebagaimana yang Mas Hendy pernah lakukan. :-)

  6. yadisyahid
    14 February 2007 at 18:54 #

    selamat atas kesempatannya menjadi finalist untuk acara kompetisi internasional, itu sudah menjadi kebanggaan bagi Indonesia.

    Semoga Indonesia bisa meniru India yang tetap kreatif dalam berinovasi didunia IT dan bisa menggaet raksasa IT di silicon valley masuk ke bangalore….:)

    Maju terus mas iqbal, semoga karyamu bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa.

  7. R. Iqbal
    15 February 2007 at 11:43 #

    Terima kasih Mas Yadi atas dukungannya. Insya Allah akan saya sampaikan kepada rekan-rekan di Klorofil. Kita akan terus berjuang untuk menunjukkan “kekuatan” developer-developer Indonesia di dunia IT. :-)

  8. Norman
    19 February 2007 at 14:03 #

    Selamat ya pak Iqbal.

    quote dari tulisan anda “karena salah satu faktor penilaiannya adalah jumlah implementasi software dan potensi keuntungan yang dapat diraih”

    bagaimana pak Iqbal? Ini tantangan, Coopetition!

  9. R. Iqbal
    20 February 2007 at 10:29 #

    Halo Pak Norman.

    Betul sekali Pak. Karena itulah kami di Klorofil bertekad untuk membuktikan bahwa open source dapat menjadi model bisnis yang sangat menarik. Sayangnya, hal tersebut tidak dapat kita perlihatkan ke dewan juri karena Purefect saat itu belum di-release.

    Jika Pak Norman punya saran untuk kemajuan Klorofil, mohon bisa di-sharing. :-)

Leave a Reply