Raksasa-Raksasa Software Menyerbu Pasar BPM

Istilah BPMS (Business Process Management System) mungkin masih sangat asing bagi mayoritas software developer di Indonesia. Secara sederhana, BPMS dapat diartikan sebagai software yang digunakan untuk membantu pengelolaan (manajemen) proses bisnis pada perusahaan. Untuk dapat menjelaskan BPMS secara detil dalam tulisan kali ini sangatlah sulit mengingat demikian luasnya materi tersebut. Karena itu saya akan mencoba untuk menulis mengenai BPM (Business Process Management) dan BPMS secara cukup detil. Pada tulisan kali ini, kita akan menitikberatkan pembahasan kita pada “aksi-aksi penyerbuan” yang dilakukan oleh para raksasa software dunia.

Gambaran Mengenai Pasar BPM

Saat ini perhatian mayoritas pengembang perangkat lunak (software developer) dan dunia korporasi masih tertuju pada teknologi-teknologi yang telah cukup lama populer, misalnya ERP dan CRM. Banyak yang masih belum menyadari hadirnya pendatang “baru” di dunia IT yang telah diprediksi akan menjadi The Next Big Thing. Pendatang baru tersebut adalah BPMS.

Menurut prediksi Forrester Research, pasar BPMS (Business Process Management Suite) akan berkembang dari $1,2 miliar pada tahun 2005 melonjak menjadi $2,9 miliar pada tahun 2009. Hal senada juga dipaparkan oleh Gartner. Perusahaan riset independen tersebut memprediksi bahwa hingga tahun 2009 pasar BPM akan mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen setiap tahunnya dimana ini berarti BPM akan menjadi pasar perangkat lunak dengan pertumbuhan tercepat kedua setelah security.

Berbagai fakta menarik mengenai perkembangan BPM telah mendorong berbagai perusahaan untuk membuat software BPMS. Namun, mayoritas vendor BPMS pada masa awal perkembangan BPMS masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan software berskala menengah. Pada tahun 2004 lalu, hal ini mulai berubah. Nama-nama besar di industri software mulai memberikan perhatian lebih pada BPMS.

Akuisisi oleh TIBCO, Oracle, BEA, dan IBM

Salah satu raksasa pertama yang masuk ke arena BPM adalah TIBCO. Pada bulan April 2004 perusahaan ini mengakuisisi perusahaan software asal Inggris, yaitu Staffware senilai $217 juta (dalam bentuk stock dan cash). Staffware dikenal sebagai vendor BPM dan workflow dimana mayoritas (lebih dari 50%) kliennya berasal dari industri perbankan (bank-bank).

Dua bulan kemudian, bulan Juni 2004, Oracle pun mengambil langkah serupa. Raksasa yang terkenal dengan produk database dan E-Business Suite ini mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi Collaxa. Collaxa adalah sebuah perusahaan startup di California yang didirikan pada tahun 2000. Angka akuisisi tersebut tidak dipublikasikan.

Seakan tidak mau kalah, pada bulan Maret 2006, BEA juga melakukan akuisisi untuk masuk ke pasar BPM. Kali ini, perusahaan yang menjadi target akuisisi adalah Fuego. Akuisisi tersebut juga dimaksudkan untuk mempermulus langkah BEA untuk menunjukkan eksistensinya di dunia SOA (Service Oriented Architecture). Untuk dapat membeli Fuego, BEA akhirnya mengeluarkan uang sebesar $87 juta (cash).

Pada bulan Oktober 2006 lalu IBM pun mengikuti langkah raksasa lainnya dengan mengakuisisi FileNet yang juga memiliki produk BPMS (di samping produk-produk lainnya). FileNet adalah perusahaan publik yang bermarkas di California. Angka akuisisi FileNet terbilang sangat menggiurkan, IBM perlu merogoh kantongnya dan mengeluarkan uang sebesar $1,6 miliar (cash) untuk membeli saham FileNet dengan harga $35 per saham. Jika kita asumsikan $1 = Rp 9.000 maka jumlah uang yang harus dikeluarkan IBM adalah sebesar lebih dari Rp 14 triliun.

Dengan jumlah sebesar itu, mungkin kita jadi teringat akuisisi YouTube (penyedia layanan video sharing) seharga $1,65 miliar (stock) yang dilakukan oleh Google pada bulan yang sama (Oktober 2006). Namun tingginya nilai akuisisi FileNet, sebuah perusahaan yang baru berusia 24 tahun, sebenarnya sangatlah beralasan. Hal ini dikarenakan annual revenue FileNet pada tahun sebelumnya adalah sebesar $422 juta. Angka tersebut hampir dua kali lipat nilai akuisisi Staffware oleh TIBCO.
Saltanera, perusahaan tempat saya bekerja saat ini, juga telah melihat potensi BPMS sejak tahun 2003 lalu. Hal inilah yang membuat Saltanera memutuskan untuk masuk ke pasar BPM pada awal tahun 2004. Namun berbeda dengan TIBCO, Oracle, BEA, dan IBM, alih-alih melakukan akuisisi Saltanera memutuskan untuk membangun sendiri software BPM-nya. Hal serupa juga dilakukan oleh Microsoft yang berusaha menyediakan software BPM dengan cara menggabungkan berbagai software yang telah dimilikinya.

Software BPM dan Tren Baru Dunia IT

Dengan berbagai fakta menarik di atas, tentunya sangat besar kemungkinan BPMS akan menjadi tren baru di dunia IT. Demikian besarnya jumlah uang yang harus dikeluarkan oleh pemain-pemain besar tersebut tentunya menjadi indikasi bahwa mereka akan all-out bertarung di pasar baru tersebut. Pada artikel mendatang, kita akan mencoba membahas mengenai BPM.

2 Responses to “Raksasa-Raksasa Software Menyerbu Pasar BPM”

  1. A. Irawan
    21 January 2007 at 10:14 #

    Artikel yang sangat menarik dan inspiratif.

    BPM memang merupakan pangsa pasar yang bisa dibilang baru, tapi mengingat potensi perkembangannya yang luar biasa menarik menjadikan perusahaan-perusahaan raksasa software dunia juga tidak mau ketinggalan untuk mencoba menggarap potensi ini.

    Saya hanya berharap ada juga perusahaan Indonesia yang mampu menandingi mereka, mumpung mereka juga kelihatannya masih meraba-raba pasar BPM ini. Jangan puas hanya sebagai distributor dan implementator saja. Karena saya yakin SDM kita masih bisa bersaing, tinggal bagaimana pintar-pintar kita menggabungkan dan mengelolanya.

Trackbacks/Pingbacks

  1. MejaKerja » Arsip Blog » BPM: Solusi untuk Meningkatkan Performa Proses Bisnis - 3 February 2007

    […] Pada tulisan sebelumnya kita melihat bagaimana BPM telah menjadi tren baru di industri software (perangkat lunak). Pesatnya perkembangan pasar BPM telah menarik perhatian perusahaan-perusahaan software dunia. IBM, Oracle, BEA, Microsoft, TIBCO, dan Saltanera adalah beberapa ISV (Independent Software Vendor) yang memutuskan untuk masuk dan bertarung di arena BPM. Pada tulisan kali ini kita akan mencoba membahas apakah sebenarnya yang dimaksud dengan BPM. Tulisan ini adalah pembuka untuk tulisan-tulisan lain yang akan menggali definisi BPM secara lebih dalam. […]

Leave a Reply