Entrepreneurship, Sebuah Kebutuhan Untuk Indonesia yang Lebih Mandiri

Mulai hari ini, saya akan menulis artikel-artikel khusus yang berkaitan dengan enterpreneurship (kewirausahaan). Tujuan saya menulis tentang enterpreneur ini tidak lain adalah untuk berbagi pengalaman dan tentunya me-recharge kembali semangat wirausaha bagi siapa saja yang peduli dengan “kehidupan mandiri”, utamanya bagi saya pribadi tentunya. Saya sendiri bukanlah seorang pakar enterpreneurship dan juga bukanlah seorang enterpreneur yang telah sukses. Perusahaan yang saya dirikan, yaitu Saltanera, belumlah dapat dikatakan sebagai perusahaan yang telah sukses. Saya tergugah untuk menulis tentang enterpreneurship ini juga karena saya melihat jiwa enterreneurship dari para pemuda di Indonesia masih “sangat” lemah. Dan saya berharap forum ini bisa menjadi satu langkah awal untuk memperbaiki mental tersebut demi terwujudnya Indonesia yang lebih mandiri.

Untuk lebih memudahkan pembahasan, rencananya saya akan membagi tulisan-tulisan dalam bagian enterpreneurship ini menjadi beberapa kolom. Saat ini yang terpikir oleh saya adalah kolom ‘Nostalgia’. Berbeda dengan pembahasan enterpreneurship lainnya, kolom ini akan memperlihatkan berbagai screenshot menarik dari website perusahaan yang sedang dibahas. Screenshot-screenshot tersebut diharapkan dapat “menceritakan” bagaimana perjalanan sebuah perusahaan sejak saat dirintis hingga menuai kesuksesan.

Pada posting perdana dari kolom Nostalgia ini, saya akan membahas mengenai Google yang kisah suksesnya begitu fenomenal dan mampu menggairahkan kembali industri dotcom yang sempat lesu.

2 Responses to “Entrepreneurship, Sebuah Kebutuhan Untuk Indonesia yang Lebih Mandiri”

  1. A. Irawan
    4 February 2007 at 20:38 #

    Saya salut dengan ide dan niat baik Pak Iqbal. Kita memang perlu lebih menggiatkan usaha menanamkan jiwa kewirausahaan kepada masyarakat Indonesia umumnya dan kaum muda penerus bangsa khususnya.

    Sebenarnya banyak sebab mengapa jiwa kewirausahaan di Indonesia kurang berkembang, diantaranya adalah karena persepsi “miring” masyarakat terhadap profesi enterpreneur, kurangnya materi tentang enterpreneurship di sekolah, serta kurangnya dukungan konkret dari pemerintah (misal: kemudahan pengurusan pembuatan dokumen perusahaan, pengurangan/penghapusan pajak untuk start-up company).

    Saya dukung usaha Pak Iqbal ini. Karena saya lihat ketika semangat kewirausahaan telah “menjamur” di Indonesia, insya Allah akan banyak masalah bangsa ini yang tertanggulangi, misalnya pengangguran, pemerataan pembangunan, dan kemiskinan.

    Sukses untuk usahanya, Pak Iqbal!

Trackbacks/Pingbacks

  1. MejaKerja » Artikel, Tulisan, Makalah » Google: Dari Start-Up Menuju Raja Search Engine - 13 March 2007

    […] muda yang baru berumur 24 tahun (Larry Page) dan 23 tahun (Sergey Brin). Sebagaimana rencana pada artikel sebelumnya, pada kolom Nostalgia kali ini kita akan mengunjungi arsip website Google tempo doeloe yang […]

Leave a Reply