Seberapa Pentingkah SOA untuk Perusahaan Anda?

Tulisan ini adalah sumbangan dari rekan saya, Bapak A. Irawan yang saat ini juga menjabat sebagai CEO Saltanera.

Dunia bisnis senantiasa berubah secara dinamis. Kompetitor bertambah banyak, konsumen semakin kritis dan selalu menuntut lebih terhadap pelayanan, regulasi pemerintah yang sering berubah, lesunya pasar global, daya beli masyarakat menurun, biaya operasional yang terus membengkak dan tuntutan karyawan atas kesejahteraan mungkin adalah sebagian tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis saat ini. Untuk menjawab beberapa tantangan tersebut, IT memiliki peran yang tidak bisa dianggap remeh. Perusahaan biasanya akan mengotomasi sebagian proses bisnisnya, meng-online-kan beberapa prosedur kerja, dan mengkomputerisasi beberapa tugas rutin sehari-hari karyawannya.

Karena biasanya perusahaan dalam membuat aplikasi-aplikasi tersebut bersifat tambal sulam dan kurang integral, maka dampaknya adalah semakin lama perusahaan akan semakin banyak memiliki aplikasi-aplikasi yang berbeda-beda, baik dari segi teknologi yang dipakai, standardisasi yang digunakan, cara pemakaian, maupun vendor pembuatnya. Hal ini seiring bertambahnya waktu justru akan menjadi bumerang tersendiri bagi perusahaan, terutama ketika kebutuhan integrasi informasi semakin mendesak, seperti yang terjadi saat ini.

Masalah integrasi antar aplikasi (baca: data dan informasi) saat ini memang telah menjadi isu yang cukup serius, khususnya bagi perusahaan-perusahaan berskala enterprise. Biasanya pendekatan yang dipakai untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan integrasi secara “point-to-point” antara dua aplikasi yang akan disambungkan, yaitu disediakan semacam “interface” agar dua buah aplikasi tersebut dapat berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Metode ini tentunya bukanlah solusi yang ideal, karena biasanya solusi ini tidak menggunakan standardisasi khusus, pengerjaannya cukup kompleks, dan membutuhkan biaya modifikasi yang tidak sedikit.

Service-oriented architecture atau yang biasa disebut SOA merupakan solusi alternatif yang patut dipertimbangkan secara serius oleh para CIO untuk mengatasi problema-problema di atas. SOA menawarkan sebuah infrastruktur yang lebih baik dengan kemampuan integrasi yang sudah terkelola, yang tentunya akan berdampak pada meningkatnya reliability, kemudahan pertukaran informasi antar aplikasi, mengurangi pengaruh jika terjadi perubahan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah dapat menekan biaya-biaya untuk keperluan integrasi dan modifikasi aplikasi.

SOA merupakan suatu arsitektur dimana komponen-komponen dari aplikasi software yang telah dibuat dapat juga kita sediakan sebagai services di jaringan, sehingga dapat dipakai atau dimanfaatkan untuk keperluan lain oleh aplikasi yang berbeda-beda. Pada SOA, pembangunan suatu aplikasi baru dapat diibaratkan sebagai proses mix-and-match, yaitu pertama kita akan menentukan aplikasi yang dibutuhkan, kemudian mencari komponen-komponen apa saja yang dapat dimanfaatkan yang telah tersedia di jaringan, dan selanjutnya kita menggabungkannya untuk menjadi suatu aplikasi yang sama sekali baru. Itulah mungkin gambaran singkat dari SOA, dan kenyataan sebenarnya tentunya tidaklah semudah dan sesederhana itu. Dan penjelasan SOA secara detil tidak akan dibahas pada kesempatan ini, mungkin pada artikel-artikel berikutnya.

SOA yang saat ini tengah menjadi solusi yang cukup populer, sebenarnya bukanlah teknologi dan ide baru. Konsep-konsep yang sejenis sebenarnya telah muncul dari pertengahan 1980-an. Distributed Computing Environment (DCE) dan Common Object Request Broker Architecture (CORBA) adalah salah satu usaha yang pernah muncul, tapi kurang begitu populer karena berbagai sebab, diantaranya adalah tidak tersedianya middleware atau Application Programming Interfaces yang standar. Dan selanjutnya datanglah Web services yang kemudian secara perlahan dapat merubah keadaan tersebut. Arsitektur dasar Web services sebenarnya sangatlah mirip dengan konsep SOA, dan pendapat ini juga didukung oleh para analyst dan kalangan pembuat aplikasi perangkat lunak yang percaya bahwa masa depan Web services sendiri justru adalah SOA.

SOA saat ini memang menjadi konsep yang begitu populer di kalangan para eksekutif perusahaan. Hal ini bisa dilihat dari berbagai hasil riset yang telah diadakan oleh oleh sejumlah lembaga riset di dunia. IDC, sebuah perusahaan riset terkenal, baru-baru ini telah mengeluarkan hasil risetnya terhadap pandangan para eksekutif di Asia tentang perlunya penerapan SOA di perusahaannya. Hasilnya cukup mencengangkan, sekitar 84% responden menyatakan bahwa penerapan SOA sudah ada pada tahap ‘penting’ dan ‘sangat penting’. Hasil ini menguatkan survey serupa terhadap para eksekutif di Amerika Serikat dan Eropa, dimana sekitar 75% dari mereka juga menyatakan hal yang sama tentang SOA.

Yang menarik adalah ternyata “demam” SOA juga telah melanda Indonesia. Beberapa perusahaan besar telah concern terhadap masalah pengembangan dan penerapan SOA ini di lingkungan internal mereka. Yang lebih menarik lagi adalah Pemerintah Indonesia juga tidak mau kalah. Hal ini setidaknya diwujudkan oleh 5 Kementerian, termasuk Depkominfo, yang mendukung proyek open source untuk mengembangkan solusi SOA yang dinamakan PASIR (Program Arsitektur Sistem Informasi dan Interope(R)abilitas). Setidaknya itulah sedikit informasi yang saya tahu dari media, karena saya memang kurang mengikuti perkembangan proyek PASIR ini.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita selanjutnya adalah apa sebenarnya yang ditawarkan oleh SOA sehingga menjadikannya sebagai “standar” baru dalam pembangunan solusi enterprise? Ada sejumlah faktor yang menyebabkan perusahaan-perusahaan melirik SOA. Faktor utama adalah jelas, penghematan biaya. Ketika kita dapat menggunakan kembali service-service yang telah dibuat untuk membangun suatu aplikasi baru, maka secara otomatis kita akan mampu menekan penggunaan waktu dan uang secara signifikan.

Jason Bloomberg, Senior Analyst di perusahan riset ZapThink mengatakan, Web services saat ini utamanya digunakan untuk “solving point-to-point integration problems.” Tapi harus diakui juga bahwa Web services tidak akan mampu mengatasi masalah integrasi untuk kasus yang lebih besar, seperti mengkonversi ratusan sistem menjadi sebuah arsitektur enterprise tunggal. Karena alasan ini pulalah mengapa SOA dibutuhkan. Memang masih ada beberapa faktor lagi, tapi dua hal tersebut di atas merupakan faktor kunci yang cukup dominan.

Penutup

Dari salah satu riset diketahui bahwa lebih dari 70% eksekutif perusahaan mengatakan mereka membutuhkan SOA untuk memudahkan integrasi, sementara itu lebih dari 60% mengatakan mereka mengadopsi SOA karena mereka meyakini bahwa SOA dapat meningkatkan fleksibilitas bisnis mereka. Hal tersebut memang sangat sesuai dengan “janji” SOA yaitu:

  • Integrasi aplikasi dengan lebih simpel dan cepat, dan
  • Memudahkan penggunaan dan pemanfaatan sumber daya IT untuk men-support proses bisnis.

Jadi untuk menjawab pertanyaan seberapa pentingkah SOA untuk organisasi Anda, Anda perlu bertanya terlebih dahulu kepada diri sendiri apakah perusahaan Anda saat ini sudah membutuhkan “manfaat-manfaat” SOA di atas untuk menyelesaikan masalah yang ada saat ini?

6 Responses to “Seberapa Pentingkah SOA untuk Perusahaan Anda?”

  1. R. Iqbal
    4 February 2007 at 11:42 #

    “…semakin lama perusahaan akan semakin banyak memiliki aplikasi-aplikasi yang berbeda-beda, baik dari segi teknologi yang dipakai, standardisasi yang digunakan, cara pemakaian, maupun vendor pembuatnya.”

    Pak Irawan, saya sangat tertarik dengan pernyataan Bapak megenai perlunya standardisasi aplikasi. Sebenarnya komentar saya ini tidak terlalu berkaitan dengan SOA. Saya pernah melihat sendiri “kekacauan” di salah satu perusahaan yang memiliki banyak aplikasi (yang dibangun oleh vendor yang berbeda-beda pula).

    Sebenarnya mereka sudah berusaha “menyatukan” aplikasi-aplikasi yang mereka miliki, yakni dengan menyediakan portal perusahaan dan LDAP. Sayangnya hal tersebut sama sekali belum memecahkan masalah. Setiap aplikasi memiliki cara pemakaian dan look-and-feel yang berbeda-beda. Akibatnya end-user menjadi lebih sulit untuk mempelajari aplikasi.

  2. Robby
    15 February 2007 at 4:56 #

    SOA apaan yach

  3. R. Iqbal
    15 February 2007 at 11:04 #

    @Robby: Halo Pak Robby. Artikel ini adalah sumbangan dari Pak Irawan. Dan sebagaimana yang dikatakan Pak Irawan:

    Dan penjelasan SOA secara detil tidak akan dibahas pada kesempatan ini, mungkin pada artikel-artikel berikutnya.

    maka saya akan coba untuk menyampaikan pertanyaan Bapak ke Pak Irawan. Siapa tahu beliau sudah punya artikel baru tentang SOA :-)

  4. Sonia
    10 March 2007 at 15:19 #

    Bertanya pak…Hubungan SOA dan LDAP,karena saya sedang mencari informasi tentang keduanya.Untuk Pak Reza,saya tidak bisa menghubungi bapak melalui kontak yang ada disini karena field ke3 yang harus diisi tidak diberi keterangan apa yang harus diisi.terima kasih

  5. R. Iqbal
    14 March 2007 at 11:28 #

    Terima kasih banyak atas informasinya mengenai kesalahan yang ada di halaman kontak. Sekarang sudah saya perbaiki.

    Mengenai pertanyaan mengenai SOA, saya setuju lebih baik jika Pak Adhe yang menjawabnya terlebih dahulu karena artikel ini ditulis oleh Pak Adhe. :-)

  6. Novdy
    14 May 2007 at 10:13 #

    Pengertian dan artikel tentang SOA (deadline)

Leave a Reply